1 Positif Corona dari 11 Orang PDP di Kota Tangsel
TANGSEL- Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel merilis 76 kasus Corona hingga kemarin Rabu (18/3). Hal itu disampaikan dalam juma pers dilakukan oleh Pemkot Tangsel. Tulus Muladiyono...
TANGSEL- Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel merilis 76 kasus Corona hingga kemarin Rabu (18/3). Hal itu disampaikan dalam juma pers dilakukan oleh Pemkot Tangsel.
Tulus Muladiyono selaku juru bicara Gugus Tugas Covid 19 yang juga sebagai Kepala Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tangsel menyampaikan data terbaru terkait penyebaran virus COVID-19 yang mana telah diterima dan perlu disampaikan kepada masyarakat. Tujuannya supaya masyarakat mengetahui perkembangan agar lebih waspada. Keterbukaan informasi sangat penting dan diharapkan masyarakat tidak panik harus tetap tenang.
“Dari jumlah 76 kasus itu terdiri 11 kasus dalam konteks pasien dalam pengawasan (PDP), satu pasien confirm (terkonfirmasi) atau positif Corona, dan sisanya sebanyak 64 adalah orang dalam pemantauan (ODP),” jelas ia.
Ia menambahkan, satu pasien yang telah dinyatakan positif itu, kini masih mendapat penanganan di RSPI Sulianti Saroso. Penangananya langsung dari pemerintah pusat termasuk yang memiliki data. “Didiagnosa itu dari Kementerian (Kesehatan) dan Litbang,” tambah ia.
Seluruh data yang positif corona berasal dari Kementerian Kesehatan, karena memang penangananya di bawah kemenkes langsung. Baru turun ke tingkat provinsi. Dari provinsi ke kabupaten kota melalui rumah sakit-rumah sakit.
“Alurnya kami dapat dari Kemenkes, Provinsi baru data dari semua RS di Tangsel. Semua akan kami analisa apakah sudah masuk semua dari pusat. Jika belum akan konfirmasi kembali apakah valid. Kemudian akan dirilis ke rekan-rekan media,” tambah Tulus.
Bahkan, jika perlu dilakukan tracking tentu dilakukan tracking. Namun tidak bisa sembarangan, karena harus melihat riwayat penderita pada satu hari sebelum hingga 14 hari sebelumnya.
“Yang positif, maupun yang meninggal akan diedukasi keluarganya. Wilayahnya akan diberikan disinfektan. Perlu diketahui, disinfektan tidak bisa diberikan jika sirkulasi udara bagus karena virus pasti mati dan tidak bisa menempel di benda yang terkena sinar matahari,” jelas Tulus.
Dinas Kesehatan pun terus melakukan koordinasi dengan seluruh rumah sakit yang ada dalam pendataan terhadap warga yang melakukan perjalanan dari luar negeri maupun mengalami gejala yang masuk dalam virus corona.
“Ada enam rumah sakit swasta yang coba kita ajak bekerja sama agar bersedia menjadi rujukan penanganan pandemi virus corona. Yaitu Eka Hospital, Omni Hospital, Premier Bintaro, Pondok Indah Bintaro, Medika BSD dan Medika Bakti Hudaya. Sementara saat ini baru ada dua rumah sakit yaitu RS. Drajat Serang Banten dan RSU Kota Tangerang,” tambah ia.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah melakukan upaya penanganan virus corona yang kini sudah masuk darurat dengan melakukan pengalokasian anggaran secara khusus.
“Intinya, kurangi kegiatan di luar rumah sebab penularan ini sangat cepat. Rajin cuci tangan dan hindari berkumpul dalam keramaian,” tutup Tulus (red).