Che - Mengenang 54 Tahun Kematian Che Guevara

54 Tahun kematian Che Guevara yang ditulis oleh Toni Theolog, dan tayang di KdP (Kabar dari Pijar) edisi November 1997 - PIJAR : Pusat Informasi Jaringan Aksi Reformasi, berdiri era tahun 1980-an....

Che - Mengenang 54 Tahun Kematian Che Guevara
Bacakan Artikel

JALURDUA 54 Tahun kematian Che Guevara yang ditulis oleh Toni Theolog, dan tayang di KdP (Kabar dari Pijar) edisi November 1997 - PIJAR : Pusat Informasi Jaringan Aksi Reformasi, berdiri era tahun 1980-an.

Jalurdua.com - Jakarta | Dalam sebuah pidato di depan ratusan ribu rakyat, pada rapat umum dari rangkaian tiga hari masa berkabung mengenang kematian Che Guevara di Plaza of The Revolution, Havana, Cuba, Oktober 1967 Fidel Castro mengatakan: "…Karakter luarbiasa Che dibentuk oleh sifat-sifat baik yang jarang ditemukan pada diri seseorang secara bersamaan. Dia menonjol sebagai manusia aksi yang tak tertandingi tetapi tidak hanya itu, dia adalah manusia dengan pandangan yang cerdas dan pengetahuan budaya yang luas. Dia juga seorang pemikir besar, di dalam pribadinya ada kombinasi antara manusia ide dan manusia aksi.." Che benar-benar ingin selalu mewujudkan kesatuan antara teori dan aksi, berpikir dan bertindak.

Tiga puluh tahun kemudian dalam pidato sepanjang hampir 7 jam di hadapan Kongres Partai Komunis Cuba ke V, Castro kembali menyampaikan pujiannya kepada mendiang tokoh revolusi Cuba kelahiran Argentina tersebut. Perjuangan Castro dan kawan-kawannya seakan tidak mencapai hasil gemilang tanpa keikutsertaan Che di dalamnya. Bersama Castro dan sejumlah 'companeros' (kawan seperjuangan) ia berhasil menumbangkan kediktaktoran Batista pada Pertempuran akhir di Santa Clara, 300 KM Tenggara Havana.

Dokter Ernesto "Che" Guevara lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Buenos Aires dengan predikat cukup bagus. Ia tidak lantas memanfaatkan profesi elit dokter untuk mengeruk keuntungan dari para pasien yang menghadapi kematian, tetapi ia justru menetapkan pilihan untuk berjuang bagi orang-orang miskin dan tertidas. Perjalanan panjang yang ditempuhnya sepanjang Amerika Selatan dan Utara memberi banyak inspirasi pada kedalaman nilai-nilai kehidupan. Kerapkali ia menemukan gadis-gadis kecil Indian yang kelaparan dan ibu-ibu tua yang berkubang dalam kemiskinan diantara kemakmuran segelintir 'Hacienda' (Tuan Tanah).

Perjumpaannya dengan Fidel dan Raul di Mexico mengawali babak baru perjuangan revolusionernya. Dari situ ia dengan tegas mulai mengabdikan hidupnya bagi revolusi di Cuba dan berbagai negeri di dunia ketiga. Dari membangun basis gerilya di pegunungan Sierra Maestra hingga memperluas serangan ke wilayah-wilayah garnisun militer Batista, Che jatuh bangun memimpin pasukan kecil sampai akhirnya ribuan rakyat ikut terlibat mendukungnya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2