Demi Mudik Nyaman, Jalan Layang MBZ Dilengkapi 4 Rest Area
Jalurdua.com - Jakarta | Sebagai upaya untuk mewujudkan mudik aman dan sehat, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) akan melengkapi Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) dengan empat rest area....
Jalurdua.com - Jakarta | Sebagai upaya untuk mewujudkan mudik aman dan sehat, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) akan melengkapi Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) dengan empat rest area.
Keempatnya terbagi menjadi dua titik parking bay di masing-masing arah Jalan Layang MBZ untuk pengguna jalan yang ingin beristirahat sejenak akibat faktor kelelahan.
“Perlu dipersiapkan dan akan dibuka sesuai diskresi kepolisian. Selain itu penambahan fasilitas atau layanan yang akan ditambahkan di ruas MBZ adalah dengan mengadakan toilet darurat,” ungkap Direktur Utama JJC Hari Pratama, dikutip dari Antara, Jumat (15/4/2022).
Sementara itu, Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 29 April 2022.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso.
"Puncak arus mudik akan terjadi tanggal 29 (April 2022) atau H-3 Lebaran. Itu prediksi Jasa Marga," jelas Heru dikutip dari artikel Kompas.com yang tayang pada Senin (11/4/2022).
Sedangkan untuk puncak arus baliknya diproyeksikan terjadi pada 8 Mei 2022 atau H+5 Lebaran tahun 2022 ini.
Lebih lanjut, Heru memastikan bahwa tidak ada penyesuaian tarif tol Jasa Marga pada masa mudik Lebaran tahun 2022.
Menurut dia, penyesuaian tarif itu sudah ada dalam skema business plan (rencana bisnis) dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Kemudian, diberikan setiap dua tahun penyesuaian tarifnya. Dengan demikian, tidak semata-mata langsung disesuaikan.
Sebab, harus ada pengecekan terlebih dahulu, seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM) di jalan tol.
"Cek dulu standar minimal pelayanannya dan penyesuaian tarif itu dilakukan menjaga tingkat kelayakan bisnis jalan tol tersebut, penyesuaian yang dilakukan tiap dua tahun itu hanya sebatas laju inflasi," tambah Heru, melansir Kompas.com
Heru kembali menegaskan, apabila ada wacana penyesuaian tarif jelang Lebaran, hal itu merupakan sesuatu reguler yang disesuaikan dengan rencana bisnis.
Selain itu, kenaikan tarif juga mengacu pada laju inflasi setiap dua tahun sekali agar bisa menjaga tingkat kelayakan bisnis jalan tol.