News and Education Versi penuh
Daerah

Diskusi PMKI ke 3, 'Dikuasai Oligarki, Langgar HAM, Citra Jokowi di Internasional Kian Negatif'

Jalurdua.com - Jakarta | Perkembangan issue geo-politik internasional kepada Indonesia saat ini menjadi sorotan banyak media Internasional. Salah satunya soal keadaan sosial ekonomi dan politik dalam...

Oleh herwanto2582@gmail.com 28 Apr 2022 00:14 2 menit baca

Jakarta | Perkembangan issue geo-politik internasional kepada Indonesia saat ini menjadi sorotan banyak media Internasional. Salah satunya soal keadaan sosial ekonomi dan politik dalam negeri belakangan ini.

Dalam pengantar diskusi Perkumpulan Menemukan Kembali Indonesia (PMKI) sesi ke tiga, Rabu sore, 27/4/2022, Panitia Pelaksana, Andrianto menyebut bahwa penilaian dunia internasional, khususnya dari negara Amerika dan Rusia terhadap kepemimpinan Jokowi dinilai negatif, salah satunya terkait soal pelanggaran HAM, dan kebebasan menyampaikan pendapat.

Pertemuan diskusi itu juga bersamaan dengan acara berbuka puasa bersama, yang dihadiri para aktifis pro demokrasi, antara lain, Rocky Gerung, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Ferry Juliantono, Faisal Basri, Bursah Zarnubi, Usman Hamid, dll.

Diskusi PMKI kali ini fokus membahas pada persoalan situasi global paska dikeluarkannya rilis pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia oleh pemerintah Amerika dan perang berkepanjangan yang terjadi antara Rusia versus Ukraina.

Keadaan geo-politik tersebut diperkirakan terjadinya situasi perang dingin saat ini akan menyulitkan Indonesia karena situasi ini bersamaan dengan perekonomian kita yang lesu, rakyat yang kesulitan membeli kebutuhan pokok, kepemimpinan nasional yang lemah serta berbagai perpecahan dikalangan masyarakat Indonesia.

Tekanan global bukan hanya sekedar keinginan super power untuk membuat pilihan sulit bagi Indonesia menentukan pemihakan, tapi juga perekonomian negara-negara maju akan lebih diutamakan mereka untuk pertahanan daripada memberikan bantuan bagi negara lain, seperti untuk Indonesia.

Dalam diskusi tersebut beberapa narasumber menyampaikan sorotan pandangannya, antara lain :

Usman Hamid : Indonesia alami kemunduran demokrasi karena rezim di kuasai oleh Oligarki.

Syahganda Nainggolan : meminta elemen pro-demokrasi berkonsolidasi untuk mengantisipasi tekanan global yang sudah melihat Indonesia dalam cengkraman oligkarki, anti demokrasi, pro RRC dan banyak melakukan pelanggaran HAM.

Ferry Juliantono: melihat situsasi pasca lebaran akan makin bergelora tuntunan publik yang dipiimpin elemen mahasiswa, buruh dan rakyat bisa turun berjuta orang ke jalan. Untuk itu PMKI harus segera menyiapkan konsolidasi sehingga punya bargaining dan dihitung oleh rezim.

Faisal Basri : ekonomi yang makin memburuk di cengkram oligarki batubara dan sawit.

Rocky Gerung: sebagai ideator PMKI menyebutkan bahwa rezim oligarki ini makin kedodoran dan publik akan menekan lebih keras.

Untuk itu para peserta pertemuan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia menyerukan:

  1. Indonesia harus segera menemukan jalan konsolidasi kekuatan melalui pengorganisasian massa rakyat yang lebih luas untuk menyongsong kepemimpinan nasional yang solid dan kuat ke depan.
  2. Mengutuk kekerasan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina sebagaimana Indonesia mengutuk invasi Israel terhadap Palestina.