Hasil Studi, Kabar Kurang Baik Bagi yang Divaksin Lengkap Sinovac
Jalurdua.com - Jakarta | Studi Singapura mengungkapkan bahwa penerima vaksin COVID-19 Sinovac lima kali lebih mungkin mengalami kasus parah COVID-19, dibandingkan mereka yang menerima vaksin Pfizer....
Selain itu, temuan tersebut juga menunjukkan bahwa vaksin Moderna lebih efektif dalam mencegah penyakit parah dibandingkan dengan vaksin Pfizer-BioNTech.
Mereka yang menerima vaksin Moderna 0,42 kali lebih mungkin mengalami gejala COVID-19 yang parah daripada penerima Pfizer. Bahkan, disebut lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi.
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, efektivitas yang lebih tinggi dari vaksin Moderna kemungkinan karena kandungan mRNA yang lebih tinggi dalam vaksin COVID-19 tersebut, serta interval waktu yang lebih lama antara suntikan.
- 1
- 2
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Uji Kompetensi Wajib? Strategi Kemnaker Perkuat Daya Saing Lulusan Magang
- Abdul Razak Nasution Tidak Paham AD/ART dan Peraturan Organisasi
- Kapolres Bulukumba: Polri Terbuka Kritik, Reformasi Harus Sentuh Kultur
- Apple Uji Google Gemini AI untuk Tingkatkan Siri, iPhone 17 Belum Dapat Izin Mas...
- Starlink Hentikan Pendaftaran Pengguna Baru di Indonesia, Ini Penyebabnya