News and Education Versi penuh
Daerah

Kasus Tukang Sayur Ditampar karena Bendera One Piece di Bantaeng Berakhir Damai, Pelaku Oknum Anggota TNI

BANTAENG,Insiden penamparan terhadap seorang pedagang sayur berinisial PA oleh oknum anggota TNI karena memasang bendera One Piece di mobilnya di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Sela...

Oleh Rahmat 08 Aug 2025 09:59 2 menit baca

BANTAENG, - Insiden penamparan terhadap seorang pedagang sayur berinisial PA oleh oknum anggota TNI karena memasang bendera One Piece di mobilnya di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, akhirnya diselesaikan secara damai.

Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) XIV/1-2 Bantaeng, Letda Cpm Agus Subiantoro, membenarkan bahwa pelaku penamparan merupakan anggota TNI dari Kodim Bantaeng.

"Iya memang betul yang bersangkutan adalah anggota Kodim Bantaeng," ujar Agus saat dikonfirmasi pada Jumat 8 Agustus 2025.

Menurut Agus, pihak Kodim telah melakukan mediasi antara pedagang sayur dan anggota TNI yang terlibat. Ia menegaskan bahwa kasus ini berhasil dituntaskan melalui pendekatan kekeluargaan.

"Sudah damai, dari pihak Kodim Bantaeng sudah ketemu juga dengan korban bersama keluarganya. Kalau misalnya belum damai pun kami dari Denpom siap untuk memproses," ungkapnya.

Sementara itu, Pasintel Kodim 1410 Bantaeng, Lettu Inf Harfil, menegaskan bahwa kedua pihak telah menandatangani surat perjanjian damai.

"Sudah damai. Ada surat perjanjian damai antara anggota kami dan korban," tutur Harfil.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kesalahpahaman. Anggota TNI yang menghentikan laju kendaraan PA disebut tidak memahami arti dari bendera Jolly Roger yang populer dalam serial anime One Piece.

"Kami juga sudah mengimbau kepada anggota agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan kepada masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, video berdurasi 2 menit 56 detik sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak PA, pedagang sayur yang tengah mengemudi bersama istri dan anaknya, dihentikan oleh seorang pria mengenakan helm dan rompi oranye yang mengaku sebagai anggota TNI.

Pria itu kemudian menunjukkan bendera bergambar tengkorak, Jolly Roger—ikon khas One Piece—yang terpasang di kendaraan PA kepada warga yang berada di sekitar lokasi.

Fenomena pengibaran bendera One Piece ini memang tengah ramai di berbagai wilayah Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kritik atau simbol protes oleh sebagian masyarakat.

Respons terhadap fenomena ini pun beragam. DPR hingga sejumlah pejabat pemerintah menyatakan keberatan, bahkan ada yang melarang aksi tersebut.

Namun, Presiden Prabowo Subianto sendiri tidak melarang penggunaan bendera One Piece. Ia hanya mengimbau agar masyarakat tetap menghormati simbol negara dan menjaga semangat persatuan menjelang hari kemerdekaan.

"Tolonglah ini jangan dimanfaatkan untuk hal-hal yang mengganggu kesakralan. Hari ini kita berharap di 80 tahun Indonesia Merdeka apapun kondisinya sebagai bangsa kita harus bersatu padu, kita harus optimis sebagai anak-anak bangsa," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kompleks parlemen, Senin (4/8).***