Kemana ibu Risma? Kesaksian Yeni Rosa, Perhimpunan Jiwa Sehat
Foto Ilustrasi by Agusto. Jalurdua.com - Jakarta | Kemarin saya bersama tim dari Kemhukham dan PJS berkunjung ke panti disabilitas mental Zamrud Biru di Kota Bekasi. Seperti biasa kondisi panti s...
Foto Ilustrasi by Agusto.
Jakarta | Kemarin saya bersama tim dari Kemhukham dan PJS berkunjung ke panti disabilitas mental Zamrud Biru di Kota Bekasi. Seperti biasa kondisi panti sangat mengenaskan. 170 laki2 dan perempuan dikurung bertahun-tahun dalam barak tertutup beratap seng.
Saat sedang bercakap2 dengan penghuni, ada yang menjawil saya "Bu Yeni, bu Yeni, itu ada orang kayaknya sudah gak bernafas" Tentu awalnya saya tidak percaya. Ada seseorang tergeletak di dipan, tak bergerak, tak jauh dari tempat saya berdiri. Saya sangka laki2, tapi setelah saya dekati ternyata perempuan yang rambutnya digunduli. Tubuhnya masih hangat, tapi wajahnya sudah "kosong", saya dekatkan telapak tangan saya kemulutnya, tak terasa ada hembusan nafas.
Sejenak saya bingung, tidak tahu harus berpikir dan berbuat apa, karena petugas panti tenang2 saja, seolah-olah tidak ada apa2. "Mbak, betul nafasnya sudah tidak ada" kata saya pada seorang petugas. Staff tersebut dengan santai menjawab "oh ya? Tadi masih hidup kok"
Anggota rombongan kami kemudian ribut, berusaha memanggil ambulan, semua shock, ada seorang perempuan yang meninggal begitu saja dimuka kami. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah reaksi para petugas panti, yg semuanya berseragam kemeja hitam bertuliskan "mental health". Tak seorangpun dari mereka yang kaget, panik, apalagi sedih. Tak seorangpun mengucapkan "Innalilahiā¦" Mereka biasa2 saja, seolah-olah itu kejadian biasa dan rutin.
Saya bertanya sakit apa perempuan tersebut dan petugas panti menjawab, sudah beberapa hari diare. Masyaallah, diare bukan penyakit yang mematikan. Standar penanganan diare yg semua orang sudah tau adalah memberikan cairan pengganti, air minum dengan oralit atau infus, bukan mendiamkan begitu saja hingga dehidrasi dan mati sendiri! Seolah-olah nyawa seseorang, hanya karena mereka punya gangguan jiwa, tidak ada harganya š
Melihat reaksi petugas, ini nampaknya kejadian rutin di panti. Tak seorangpun merasa terganggu. Businness as usual.
Dan lebih kaget lagi, panti tempat penghuninya dibiarkan mati begitu saja ini dapat akreditasi B dari Kementerian Sosial! Mau sedih, mau marah, gak tau lagi. Kok bisa panti seperti itu dapat akreditasi B? Macam apa standarnya? Bagaimana penilaiannya?
Penghuni panti2 sosial disabilitas mental dikurung bertahun-tahun, mati tanpa ada yg peduli. Kementerian sosial sibuk berlindung dibalik alasan otonomi daerah. This is unacceptable. I'm sad and heart broken. What to do? Dear God, what to do?
Yeni Rosa