News and Education Versi penuh
Daerah

Kemdikbud Salurkan Bantuan Kuota Internet ke 35.725.387 Orang

, Jakarta,- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyalurkan bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 kepada 35.725.387 orang. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beb...

Oleh masterjalurdua 23 Jan 2021 03:19 3 menit baca

Jakarta,- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyalurkan bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 kepada 35.725.387 orang. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban masyarakat pendidikan, baik di sekolah maupun kampus selama menggelar pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam diskusi Forum Merdeka 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk "Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia di Jakarta, Jumat (22/1). "Kami berhasil mengirimkannya kepada 35 juta orang yang terdiri dari siswa, mahasiswa, guru dan dosen di seluruh Indonesia," ujarnya.

Program bantuan kuota ini secara detail mencakup antara lain, siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 1.920.248 siswa, pelajar kesetaraan sebanyak 58.517 siswa, pelajar Sekolah Dasar (SD) sebanyak 13.885.829 siswa, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 6.445.774 siswa, pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 3.707.110 siswa, pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 3.674.296 siswa, pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 70.337 siswa.

Kemudian, mahasiswa vokasi sebanyak 221.742 peserta didik, mahasiswa akademik sebanyak 3.661.113 orang, dosen vokasi sebanyak 15.095 orang, dosen akademik sebanyak 151.544 orang, dan guru sebanyak 1.913.782 orang.

Sebanyak 49,96 persen atau 17.848.083 penerima manfaat bantuan menggunakan operator seluler Telkomsel, 17,11 persen atau 6.112.814 penerima manfaat bantuan pengguna operator seluler Indosat, 17,38 persen atau 6.210.614 penerima manfaat menggunakan operator seluler XL, 10,96 persen atau 3.915.026 penerima manfaat menggunakan operator seluler Tri dan sebesar 4,59 persen atau sebanyak 1.638.850 penerima manfaat menggunakan operator seluler Smartfren.

Mendikbud menyebutkan, bantuan kuota data internet tersebut merupakan sejarah bantuan di sektor pendidikan terbesar pertama di Indonesia. Karena, mampu mendistribusikan kuota data internet ke 35 juta orang dalam waktu kurang dari setahun. "Pertama kali dilakukan untuk mendistribusikan bantuan kuota data internet terbesar di sejarah Indonesia yang pernah terjadi," imbuhnya.

Nadiem berharap, bantuan kuota data internet ini mampu membuat proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berjalan dengan optimal di tengah pandemi. Sehingga, sumber daya manusia (SDM) dapat tetap berkualitas selama wabah virus masih merebak di Tanah Air. "Ini adalah dukungan pemerintah untuk meringankan beban ekonomi untuk melaksanakan PJJ," kata Nadiem.

Selain bantuan kuota dan internet, Kemdikbud juga memberikan BOS afirmasi dan bantuan kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam bentuk bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebanyak 410.000 mahasiswa telah menerima bantuan tersebut, sehingga bisa melanjutkan kuliah.

Sementara itu, menurut Nadiem, pemerintah juga mendorong sekolah yang berada di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) bisa segera memulai pembelajaran tatap muka. Dia mengatakan, hal ini didasari oleh keputusan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang mendelegasikan hal ini ke masing-masing pemerintah daerah.

"Kami memberikan hak kembali ke kepada pemerintah daerah. Tetapi, tentunya dengan persetujuan kepala sekolah dan komite sekolah," ucap Nadiem.

Dia menyatakan, seluruh pemda di level provinsi dan kabupaten mempunyai hak untuk membuka proses belajar tatap muka. "Jadi anjuran dari Kemdikbud adalah, apalagi di wilayah 3T atau daerah- daerah yang sangat sulit untuk melaksanakan PJJ, itu sebaiknya sekolah tatap muka segera bisa dilakukan," ujar Nadiem. (*)