Kemensos: Bansos Tunai Tingkatkan Nilai Sirkulasi Uang Beredar
, Jakarta: Kementerian Sosial menyebutkan, program bantuan sosial tunai yang digulirkan pemerintah mampu menciptakan sirkulasi uang beredar secara nasional mencapai Rp32 triliun. M...
Jakarta: Kementerian Sosial menyebutkan, program bantuan sosial tunai yang digulirkan pemerintah mampu menciptakan sirkulasi uang beredar secara nasional mencapai Rp32 triliun.
Menurut Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Asep Sasa Purnama, pemerintah telah menggulirkan program bantuan sosial tunai yang menyasar 9 juta keluarga miskin di 33 provinsi. Dia mengatakan, bansos tunai yang disalurkan di masa pandemi Covid-19 ini terbagi menjadi dua gelombang.
Pernyataan Asep tersebut disampaikan dalam Dialog Produktif bertajuk “Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat Saat Pandemi" yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dan disiarkan melalui kanal YouTubeFMB9 seperti dikutip di Jakarta, Selasa (24/11).
Lebih lanjut Asep menyebutkan, gelombang pertama penyaluran bansos dilakukan pada April-Juni 2020 sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga untuk setiap bulan. Sedangkan gelombang kedua dilakukan pada Juli-Desember 2020 senilai Rp300 ribu per kepala keluarga untuk setiap bulan.
Dia menyebutkan, hingga awal November 2020, realisasi bansos tunai mencapai 82 persen. "Kami berterimakasih kepada semua Bupati, Walikota, Gubernur, Camat, Kepala Desa, Lurah maupun aparat yang bahu-membahu menyalurkan bantuan. Sehingga, apa yang sebelumnya kita perkirakan sebagai tantangan luar biasa, pada akhirnya bisa dilaksanakan dengan baik," tuturnya.
Asep menjelaskan, bantuan sosial tunai tidak hanya berdampak positif bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar. Dengan adanya bantuan ini, kata dia, terjadi sirkulasi uang secara nasional berjumlah Rp32,4 triliun atau sekitar Rp2 triliun per bulan.
Pada sisi penyaluran, PT Pos Indonesia sebagai mitra Kemensos memanfaatkan 4.500 cabang kantor yang menjadi lokasi pengambilan bantuan. Bagi penerima manfaat yang tidak bisa mendatangi lokasi pengambilan bantuan, petugas PT Pos mendatangi langsung dan mengantar bansos.
Menurut Direkrur Utama PT Pos, Faizal Rochmad Djoemadi, pihaknya telah menyalurkan bantuan sosial tunai ke 483 kota, 514 Kabupaten, 7.094 kecamatan, dan 83.447 desa. "Dengan jumlah yang masif tersebut kami telah sampai pada tahap ke-6 atau tercapai 96,79 persen, dana yang kami salurkan Rp21,5 triliun," ucapnya.
Faizal optimistis, realisasi penyaluran bansos tunai yang menyasar 9 juta keluarga akan selesai pada pekan pertama Desember 2020. Hingga tahap ke-6 pada September 2020, PT Pos telah menjangkau 8,6 juta keluarga penerima manfaat, termasuk ke wilayah tertinggal, terdepan dan terluar.
Rencananya, program bansos tunai ini akan berlanjut hingga Juni 2021. “Karena pandemi Covid-19 ini masih dinamis, sehingga kami mendapatkan amanah sementara ini untuk tahun depan dilanjut sampai Juni 2021. Kemudian jumlahnya disesuaikan menjadi Rp200.000. Tentu ada pertimbangan kenapa berkurang dari sebelumnya Rp300.000, karena kami juga melihat banyak program lain yang dilakukan pemerintah. Tahun depan, sasaran penerimanya menjadi 10 juta keluarga,” tutur Asep. (Budi)