News and Education Versi penuh
News

Larangan Ekspor 139 Perusahaan Batu Bara Dicabut

Ilustrasi foto : Reuters. Jalurdua.com - Jakarta | Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM menyatakan pihaknya telah mencabut larangan ekspor...

Oleh herwanto2582@gmail.com 20 Jan 2022 13:01 2 menit baca

Ilustrasi foto : Reuters.

Jalurdua.com - Jakarta | Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM menyatakan pihaknya telah mencabut larangan ekspor kepada 139 perusahaan batu bara yang sudah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) 100 persen atau lebih, per Kamis (20/1).

Kementerian ESDM mencabut larangan ekspor batu bara 139 perusahaan usai mereka mematuhi aturan memasok emas hitam untuk kebutuhan dalam negeri.

"Per hari ini terhadap 139 perusahaan batu bara yang sudah memenuhi kewajibannya lebih dari 100 persen sudah tidak lagi dilarang untuk melakukan ekspor," terang Ridwanr pada Konferensi Pers Capaian Kinerja 2021 pada Kamis 20/1/2022.

Dia merincikan bahwa pihaknya mengizinkan 75 kapal ekspor batu bara untuk periode sama. Selain itu, ia menjabarkan pihaknya juga telah mengizinkan 12 kapal lainnya yang belum memenuhi 100 persen DMO namun sudah menyanggupi memenuhi kewajiban di dalam negeri lewat surat bermeterai.

Ia menambahkan perusahaan terkait juga sudah menyatakan bersedia menerima sanksi dari Kementerian ESDM.

"Saat ini sudah kami izinkan 75 kapal memuat batu bara dari perusahaan tambang yang sudah memenuhi DMO 100 persen atau lebih hingga kini," ujarnya.

Lalu, juga ada 9 kapal yang memuat batu bara dari perusahaan perdagangan (traders) yang diizinkan berlayar. Pasalnya, ia mengatakan khusus traders memang tidak dikenakan kewajiban memenuhi DMO.

Ridwan mengklaim izin dikeluarkan dengan pertimbangan stok batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) sudah terpenuhi.

Untuk volumenya, Ridwan mengaku belum menghitung secara keseluruhan. Namun, untuk 37 kapal pertama ia menyebut volume ekspor yang dilepas sekitar 1 juta metrik ton.

"Dalam perjalanannya, saat ini kami selalu mengevaluasi baik dengan PLN maupun rapat-rapat menteri terkait sudah terjadi," bebernya, melansir CNN- Reuters.