News and Education Versi penuh
Headline

PA 212 : Umat Akan Kembali Turun, Jika Kasus Ferdinan Tak Diproses

Ferdinand Hutahaean - Foto : Genpi. Jalurdua.com - Jakarta | Slamet Maarif selaku Ketua Umum PA 212 menyerukan untuk melaporkan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean ke pihak kepolisian akibat...

Oleh herwanto2582@gmail.com 05 Jan 2022 10:47 2 menit baca

Ferdinand Hutahaean - Foto : Genpi.

Jalurdua.com - Jakarta | Slamet Maarif selaku Ketua Umum PA 212 menyerukan untuk melaporkan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean ke pihak kepolisian akibat cuitannya yang dinilai kontroversial di media sosial Twitter miliknya.

"Saya serukan kepada umat untuk segera serentak laporkan ke Polda masing-masing," ujar Slamet memgutip CNNIndonesia.com, Rabu 5/1/2022.

Ferdinand Klarifikasi soal Cuitan 'Allahmu Lemah dan Harus Dibela'
Dalam akun Twitternya @FerdinandHaean3, Ferdinand sempat mencuit "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".

Kemudian cuitan itu kini sudah dihapus, namun, beberapa warganet sempat menangkap layar cuitan tersebut.

Ketua PA 212 menilai cuitan Ferdinand itu sudah tergolong penodaan terhadap agama, dirinya berharap kepolisian segera memproses bila nantinya Ferdinand sudah ada yang melaporkan.

"Itu penodaan agama, (berharap polisi proses segera. Jangan salahkan umat kembali turun jika tidak diproses kasusnya," ujar Slamet Ma'arif.

Ferdinand telah memberikan klarifikasi bahwa cuitan itu tak sedang menyasar kelompok atau agama tertentu.

Menurutnya cuitan itu dibuat berdasarkan dialog imajiner antara hati dan pikirannya. Pasalnya, Ia sempat mengalami kondisi sedang banyak beban belakangan ini.

"Ketika saya down tak perlu saya bercerita di media sosial kalau saya sedang down. Tapi saya lakukan dialog imajiner antara pikiran dan hati saya. 'Hai Ferdinand kamu akan habis. Tak akan bisa menjagamu. Allahmu lemah'. Tapi hati saya bilang 'Hei tidak. Allahku kuat. Jadi jangan samakan Allahku dan Allahmu'. Kira-kira itu dialog imajiner antara pikiran dan hati saya," ujarnya.