News and Education Versi penuh
Daerah

Pemerintah Distribusikan 150 Ribu Rapid Test, Wapres Minta Pemda Jemput Bola

Wakil Presiden Maruf Amin meminta agar pemerintah daerah (Pemda) jemput bola mengambil alat uji cepat atau rapid test virus korona (Covid-19). Pemerintah saat ini telah mendistribusikan sebanyak 150...

Oleh masterjalurdua 26 Mar 2020 12:52 2 menit baca

Wakil Presiden Maruf Amin meminta agar pemerintah daerah (Pemda) jemput bola mengambil alat uji cepat atau rapid test virus korona (Covid-19). Pemerintah saat ini telah mendistribusikan sebanyak 150 ribu kit rapid test ke berbagai provinsi.

Menurut Ma'ruf, dari pada menunggu lama kabupaten/kota bisa menjemput bola ke tingkat provinsi. Maruf Amin menjelaskan bahwa proaktif yang dilakukan pihak kabupaten/kota bisa memangkas waktu pengiriman rapid test. Karena ia menilai bisa saja ada kabupaten/kota yang jaraknya jauh ke provinsi.

Supaya distribusinya tidak terlambat, oleh karena itu perlu menunggu, kalau perlu mendatangi kemudian membawa sendiri supaya distiribusinya lebih cepat sampai sasaran, kata Ma'ruf melalui sambungan video, Kamis (26/3/2020).

Kemudian kata Maruf Amin, cara melaksanakan rapid test pun bisa dilakukan secara beragam semisal petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah masyarakat atau mengumpulkannya di suatu tempat dengan jumlah orang yang sangat terbatas.

Menurut dia, penting untuk diperhatikan penyelenggaraan rapid test tersebut juga harus menggunakan metode physical distancing sehingga tidak ada penyebaran Covid-19 yang meluas. Sehingga dilakukan pengetesan itu di tempat-tempat tertentu, dengan jumlah tertentu yang tidak melanggar physical distancing lah atau social distancing, sehingga kerawanannya bisa dihindari, pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 150 ribu kit alat uji cepat atau rapid test COVID-19 sudah tiba di Indonesia dari Tiongkok pada Minggu (22/3/2020).

Alat itu akan dibawa ke Jakarta sebelum disalurkan ke seluruh tenaga medis untuk penanganan virus korona di daerah-daerah. Menurut Yuri, melalui alat ini jika spesimen menunjukkan seseorang positif terinfeksi korona, maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan melalui Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR adalah pemeriksaan dengan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada atau tidaknya virus dan untuk mengetahui genotipe virus. Jumlah kasus positif akan menjadi acuan pemerintah untuk mendatangkan alat tes tersebut dengan jumlah lebih besar yang ditargetkan akan mendatangkan 1 juta alat.