News and Education Versi penuh
Kesehatan

Penguatan 3M dan 3T Jadi Kunci Pengendalian Pandemi

, Jakarta - Guna dapat menekan penyebaran Covid-19, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan.menjaga jarak), sedangkan peme...

Oleh Sait 12 Feb 2021 07:49 2 menit baca

Jakarta - Guna dapat menekan penyebaran Covid-19, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan.menjaga jarak), sedangkan pemerintah akan konsisten pada penerapan 3T (testing, tracing dan treatment).

Menurut Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi virtual bertajuk "3M+3T: Jurus Jitu Atasi Pandemi" yang digelar di Jakarta, Kamis (11/2), pemerintah sudah mengambil langkah penanganan kesehatan masyarakat melalui program vaksinasi yang menyasar 181,5 juta penduduk.

“Hari ini kami cukup bahagia bisa memvaksinasi tenaga kesehatan sampai lebih dari satu juta orang. Untuk menekan pandemi Covid-19, pemerintah tidak hanya mengimbau melalui penegakan disiplin 3M, namun juga memperkuat 3T,” kata Nadia.

Dia mengatakan, sejauh ini sudah ada 630 laboratorium pemeriksa tes PCR, tetapi penyebarannya belum merata di seluruh Indonesia. "Kami harus meningkatkan tes. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) sudah merekomendasikan screening menggunakan tes rapid antigen untuk mendiagnosa Covid-19," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI), Syahrizal Syarif menegaskan, tes rapid antigen memang disetujui WHO sebagai alat diagnosis dalam keadaan tertentu. "Sensitivitasnya di atas 80 persen dan spesivitas di atas 97 persen. Saya memandang ini sebagai suatu terobosan Kementerian Kesehatan " tuturnya.

Dia menyebutkan, tujuan pelaksanaan tes rapid antigen untuk membantu secara cepat upaya mendeteksi penularan, sehingga pemerintah bisa secara cepat pula menelusuri kontak-kontak fisik pasien dengan orang lain. "Maka, kasus bisa ditemukan lebih dini dan penanganan juga bisa dilakukan lebih dini," imbuhnya.

Syahrizal mengapresiasi langkah pemerintah melalui pemberlakukan tes rapid antigen sebagai alat diagnostik. "Situasi ini memang akan meningkatkan laporan kasus, namun seperti kata Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin), kita jangan panik pada kasus harian yang jika nanti meningkat," ujar Syahrizal.

Lebih lanjut dia menyatakan, upaya melakukan tes dengan cara yang lebih cepat adalah sangat bagus, karena jika tidak mampu menemukan kasus secepat mungkin, maka wabah tidak bisa dikendalikan secara cepat. "Kuncinya, bukan sekadar Puskesmas memiliki tes rapid antigen, tetapi bagaimana Puskesmas juga mampu menelusuri kontak secara baik," ungkapnya.

Nadia menambahkan, pada dasarnya penerapan 3M dan 3T saling berhubungan dan harus berjalan secara berkesinambungan, serta implementasinya juga harus tetap berjalan bersamaan dengan pelaksaan program vaksinasi Covid-19. (*