Penutupan Pelatihan Psikososial Pertama di Indonesia, Ratusan Warga Desa Bialo Antusias Ikut Meramaikan
JALURDUA - BULUKUMBA - Ratusan warga Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), menghadiri penutupan pelatihan psikosial anak. Pelatihan ini pertama kali dila...
JALURDUA - BULUKUMBA - Ratusan warga Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), menghadiri penutupan pelatihan psikosial anak.
Pelatihan ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan dihadiri puluhan perwakilan kabupaten dan provinsi di Indonesia.
Ada yang dari Jakarta, Jambi, Lombok, Tasikmalaya Bandung, dan lain-lainnya.
Uniknya, selama empat hari pelatihan, para peserta diinapkan di rumah-rumah warga Desa Bialo.
Mereka sengaja disebar ditengah-tengah warga, agar bisa merasakan dan melihat langsung keseharian masyarakat suku Bugis.
Pelatihan mengajarkan peserta untuk bagaimana menyasar anak-anak dari kelompok marjinal terstigma, dan mengalami peristiwa-peristiwa yang mengganggu kehidupannya.
Sehingga diperlukan intervensi untuk memulihkan kondisi psikososial mereka agar mampu mengatasi stigma dan melewati penyingkiran melalui peningkatan resiliensi.
Di malam penutupan, Kamis (12/3/2020), para peserta latihan menyampaikan kesan-kesan mereka selama empat hari di Desa Bialo.
"Disini saya merasakan keramahtamahan yang tidak dibut-buat. Disini saya melihat cara orang yang ingin menyenangkan orang dengan mengenyangkan, dan ternyata memang fleksibel. Masuk di hati masuk di perut," kata salah satu peserta pelatihan Sahat Farida.
Kader Pandu Inklusi, Agusriadi Maula, mengaku berterima kasih kepada peserta yang telah hadir di Bialo.
Hal ini membuat para peserta banyak belajar, bukan hanya dari materi pelatihan yang mereka ikuti, pun dari rumah-rumah warga yang mereka tempati menginap.
"Luar biasa, ada yang sudah mampu melafalkan bahasa Bugis. Beginilah cara orang Bugis menerima tamu yang datang. Wajib disuguhkan makanan atau minuman, meskipun itu hanya air putih hangat," katanya.