Rusia Akan Kerahkan Nuklir: Jika Kami Dipaksa
Jalurdua.com - Jakarta | Salah satu orang terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Medvedev mengancam akan mengerahkan nuklir jika NATO menerima Swedia dan Finlandia jadi anggota mereka. Seb...
Jakarta | Salah satu orang terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Medvedev mengancam akan mengerahkan nuklir jika NATO menerima Swedia dan Finlandia jadi anggota mereka.
Sebagaimana diberitakan, beberapa negara Eropa Timur mulai berfikir untuk masuk menjadi anggota NATO usai Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022.
Bahkan Perdana Menteri Finlandia, Sanna Marin telah mempertimbangakan untuk bergabung dengan aliansi NATO atau tidak.
Dmitry Medvedev mengatakan jika Swedia dan Finlandia masuk NATO, maka Rusia harus memperkuat kekuatan militernya, dari angkatan darat, laut, dan udara.
"Jika kami dipaksa, baiklah… catat, bukan kami yang memulai duluan," katanya.
Pejabat Ukraina mengklaim pihaknya telah meluncurkan serangan rudal dan menghantam kapal perang Rusia bernama Moskva di sekitar Laut Hitam. Kapal besar Rusia yang membawa rudal penjelajah itu disebutkan mengalami kerusakan parah.
Kapal perang Moskva disebut dihantam oleh dua rudal jelajah anti-kapal Neptunus buatan Ukraina.
Rusia mengaku bisa luncurkan nuklir kapan saja. Namun, negara-negara barat tidak percaya dan menganggap Rusia hanya membual.
Rusia mengaku bisa luncurkan nuklir kapan saja. Namun, negara-negara barat tidak percaya dan menganggap Rusia hanya membual. /Reuters/Eric Gaillard
"Rudal Neptunus yang menjaga Laut Hitam menyebabkan kerusakan (kapal Rusia) yang sangat serius," kata Gubernur Ukraina di wilayah sekitar pelabuhan Laut Hitam Odesa, Marksym Marchenko, dikutip dari Reuters.
Kementerian Pertahanan Rusia juga mengkonfirmasi kapal perang utama armada Laut Hitam rusak parah dan semua awak dievakuasi akibat ada ledakan.
Kemenhan Rusia juga menyampaikan terjadi kebakaran di kapal perang Moskva sehingga menyebabkan amunisi meledak. Namun, tidak menyebutkan penyebab kebakaran tersebut.