News and Education Versi penuh
News

Syahganda: Demokrasi Buruk, Feodalisme Berusaha Wariskan Kekuasaan

Jalurdua.com - Sarasehan Nasional yang digelar oleh Organisasi Islam tertua di Indonesia yakni Syarekat Islam pada hari Minggu, 3 Juli 2022 di Sekretariat Syarekat Islam yang baru (samping SI lama),...

Oleh herwanto2582@gmail.com 03 Jul 2022 12:58 2 menit baca

Jalurdua.com - Sarasehan Nasional yang digelar oleh Organisasi Islam tertua di Indonesia yakni Syarekat Islam pada hari Minggu, 3 Juli 2022 di Sekretariat Syarekat Islam yang baru (samping SI lama), kawasan taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, mengangkat Thema Demokrasi dan Keadilan Sosial.

Dalam paparannya pemerhati kesejahteraan Nasional, Dr. Syahganda Nainggolan (Sabang Merauke Circle) menyinggung berbagai hal terkait Thema, bahwa menurutnya hal itu terjadi karena adanya struktur feodalisme.

Aktivis yang juga akademisi menjelaskan bahwa dalam struktur feodalisme itu berfikir bagaimana berupaya mewariskan kekuasaannya, kepada anak-anaknya, seperti yang dilakukan Jokowi, Susilo Bambang Yudhoyono, juga Megawati. Sehingga kita terkunci tidak saja oleh oligarki semata namun juga oleh oligarki primordial.

Syahganda sampaikan bahwa dijamannya Ir. Soekarno pernah alami problem yang sama terkait penindasan serta feodalisme yang dilakukan oleh oligarki yakni kolonial Belanda dan bangsa Eropa. Soekarno saat hadir dalam persidangan Belanda di Bandung ia menuntut kepada Belanda atas kebebasan merdeka yang diberikan kepada Pekerja di Negeri Belanda berbeda dengan di Indonesia, yang mana nasib bangsa kita ditindas.

Selanjutnya Syahganda menuturkan bahwa menurut suatu buku yang ditulis oleh pengamat Oligarki, Jefry Winters bahwa praktek oligarki yang pernah terjadi dimasa sebelum Indonesia merdeka kembali marak lagi saat masa pemerintahan Soeharto dengan membentuk raja-raja kecil / konglomerat yang kemudian kini mereka berubah menjadi oligarki.

Disisi lain Syahganda ungkap indeks demokrasi selama pemerintahan Jokowi menurun drastis. Secara kualitatif, dirinya mengutip pernyataan Amnesty Internasional Indonesia (AII), pada seminar tentang demokrasi di Jakarta tahun ini, seperti dikutip pada suara.com 20/5/2022, mengatakan bahwa selama 14 tahun terakhir, tahun inilah tahun demokrasi yang paling buruk. Ketua Aji mengatakan kemunduran ini akibat pemerintah ingin mengembalikan kekuasaan menjadi sentralistik, otoriter, dan melemahkan institusi reformasi seperti KPK dan MK.

Pembungkaman demokrasi, kebebasan sipil, pembungkaman media sosial dan spying, serta pemenjaraan aktifis politik kembali terjadi secara massif dalam era Jokowi. Rezim intelijen di masa orde baru kembali muncul dengan massif lagi di masa Jokowi ini.

Dari pantauan media, narasumber lain yang hadir dalam acara ini antara lain, Prof. Siti Zuhro, Rocky Gerung, Jumhur Hidayat (Ketum KSPSI), Dr. Hamdan Zoelva (Keynote speaker dari Presiden SI) dan moderator Dr. Ferry Juliantono (Sekjend SI)

(Agt/Sumber: SN)