"Takdir Cinta Perawan Tua", Novel Terbaru Karya Pegiat Literasi Bulukumba
Gadis yang hampir menginjak usia 30 tidaklah menyenangkan. Bahkan menyeramkan. Apakah perawan tua itu adalah sebuah aib? Sang gadis dalam novel "Takdir Cinta Perawan Tua" mengembara dalam pertanya...
JALURDUA Gadis yang hampir menginjak usia 30 tidaklah menyenangkan. Bahkan menyeramkan. Apakah perawan tua itu adalah sebuah aib?
Sang gadis dalam novel "Takdir Cinta Perawan Tua" mengembara dalam pertanyaan-pertanyaan yang melelahkan. "Haruskah aku seperti Khadijah kepada Muhammad? Mengutus orang untuk menyatakan cinta. Aku sudah lelah menjadi Fatimah, menunggu pria seperti Ali yang mencintai dalam diam kemudian datang melamar dan bersatu dalam ikatan pernikahan."
Sang gadis bukannya tidak pernah jatuh cinta. "Mungkin Tuhan sengaja mematahkan hatiku untuk mengujiku?" Batinnya.
Suatu ketika, datang lamaran dari keluarga pria misterius yang tidak dia ketahui siapa sosoknya. Pria itu penuh teka-teki. Siapakah sebenarnya dia?
Alurnya penuh kejutan tak terduga. Ditulis dengan gaya bahasa yang enak dan sastrawi. Novel ini karya Assyifa Barizza, penulis Bulukumba yang juga pegiat literasi dari jaringan Gerakan Pojok Baca 137. Dia mengelola Pojok Baca Rakyat 137 Bolongnge, di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Uji Kompetensi Wajib? Strategi Kemnaker Perkuat Daya Saing Lulusan Magang
- Abdul Razak Nasution Tidak Paham AD/ART dan Peraturan Organisasi
- Kapolres Bulukumba: Polri Terbuka Kritik, Reformasi Harus Sentuh Kultur
- Hasil Autopsi Penembakan Kajang Bulukumba: Luka Lebam Benda Tumpul, Keluarga Tun...
- Polisi Bulukumba Tangkap Pelaku Curanmor dalam Waktu Singkat: Kronologi dan Peng...