Viral! Pedagang Sayur di Bantaeng Diduga Ditampar Petugas karena Kibarkan Bendera One Piece di Mobil
JALURDUA.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penamparan terhadap seorang pedagang sayur oleh oknum petugas kembali memicu perhatian publik di Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut dilaporkan...
JALURDUA.COM – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan penamparan terhadap seorang pedagang sayur oleh oknum petugas kembali memicu perhatian publik di Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut dilaporkan terjadi di Kabupaten Bantaeng dan viral di media sosial pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Video itu direkam langsung oleh istri pedagang sayur yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dalam rekaman, terlihat seorang pria berpakaian sipil dan mengenakan helm yang mengaku petugas, menyita sebuah bendera bergambar simbol bajak laut dari serial anime One Piece yang terpasang di kendaraan sang pedagang.
Perdebatan antara keduanya pun terekam dengan jelas. Si pedagang mempertanyakan alasan pelarangan pengibaran bendera tersebut, sementara pria yang disebut petugas itu tetap bersikukuh untuk menyita benda tersebut.
Bahkan dalam salah satu adegan, pria tersebut terdengar mengancam akan menyebarluaskan kejadian ini ke media. Namun, istri pedagang justru membalas bahwa dirinya telah lebih dulu merekam insiden tersebut dan akan menyebarkannya juga, sambil menyatakan bahwa suaminya telah ditampar.
"Harusnya dikasiki peringatan. Bicara baik-baik pak. Janganki langsung menampar begitu," ucap istri pedagang tersebut dalam video.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu ikut berkerumun dan sebagian merekam momen tersebut dengan ponsel mereka. Video itu pun menyebar dengan cepat di Instagram dan platform media sosial lainnya.
Masih dalam percakapan terekam, pria tersebut terdengar menyebut bendera One Piece sebagai "bendera Cina," yang kemudian dibantah oleh istri pedagang.
“Sottanya bendera Cina. Bendera anuji itu,” kata istri pedagang dengan nada kesal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai identitas dan status pria yang terlibat dalam insiden tersebut. Kasus ini pun memicu berbagai tanggapan dari netizen, yang mempertanyakan alasan pelarangan simbol budaya populer serta dugaan kekerasan terhadap warga sipil.***