News and Education Versi penuh
Headline

World Bank 115 Juta Orang Indonesia Akan Tetap Miskin, RR : Kebijakan Jokowi NeoLib pro Oligarki

Jalurdua.com - Jakarta | Bank Dunia atau World Bank (WB) mencatat sekitar 115 juta warga Indonesia kelompok rentan miskin terhambat menuju kelas menengah. Jumlah setara dengan 45 persen itupun berpot...

Oleh herwanto2582@gmail.com 21 Apr 2022 16:34 2 menit baca

Jalurdua.com - Jakarta | Bank Dunia atau World Bank (WB) mencatat sekitar 115 juta warga Indonesia kelompok rentan miskin terhambat menuju kelas menengah. Jumlah setara dengan 45 persen itupun berpotensi kembali jatuh pada kelompok masyarakat rentan miskin.

Hal tersebut disampaikan oleh Acting Country Director untuk Indonesia Rolande Pryce. Menurutnya mereka yang masuk ke dalam kelompok tersebut sebagai calon kelas menengah (aspiring middle class). Sebelumnya data ini dipublikasikan Bank Dunia dalam laporan bertajuk Aspiring Indonesia-Expanding the Middle Class.

“Terdapat beberapa alasan mengapa kelompok kelas menengah menjadi penting untuk Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa hal, dan hal tersebutlah yang kami telusuri,” jelasnya, Kamis, (21/4/2022).

Terkait pernyataan WB itu, Ekonom Nasional Rizal Ramli langsung menanggapinya bahwa hal ini tidak terlepas dari kebijakan Presiden Joko Widodo yang neoliberal dan pro oligarki.

“Serius, akibat kebijakan @jokowi yg sangat neoliberal & pro-oligarki, rakyat diberi gula2 & lemparan hadiah, bagus utk PR, tapi pajak dan tarif2 naik! Mbah Jawi bilang bener ning ora pener,” ujarnya, dalam akun sosial medianya, Kamis, (21/4/2022).

Namun di sisi lain kata dia, akibat kenaikan harga-harga komoditas, terjadi perbaikan indikator-indikator makro seperti neraca perdagangan dan pembayaran.

“Tetapi karena beban pembayaran pokok dan bunga utang sangat besar,, jenis dan tarif pajak, BBM dll naik. Perbaikan indikator makro tidak otomatis perbaiki ekonomi rakyat,” pungkasnya.