Benarkah Kompor Listrik Berbahaya bagi Kesehatan? Ini Penjelasan Ahli
JALURDUA.COM - Seiring meningkatnya tren penggunaan kompor listrik di rumah tangga Indonesia, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat soal potensi dampaknya terhadap kesehatan. Pertanyaan seperti...
JALURDUA.COM - Seiring meningkatnya tren penggunaan kompor listrik di rumah tangga Indonesia, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat soal potensi dampaknya terhadap kesehatan.
Pertanyaan seperti “Apakah kompor listrik aman untuk memasak?” atau “Adakah radiasi dari kompor listrik?” kerap muncul di forum daring maupun media sosial.
Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, beberapa ahli memberikan penjelasan berdasarkan aspek medis dan teknis.
Apa Kata Ahli Kesehatan?
Menurut dr. Yohana Sari, Sp.GK, dokter spesialis, sejauh ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan bahwa memasak menggunakan kompor listrik menimbulkan risiko langsung terhadap kesehatan manusia.
“Selama makanan dimasak dengan cara yang benar dan suhu yang tepat, penggunaan kompor listrik—baik jenis elemen pemanas maupun induksi—tidak berdampak buruk terhadap kandungan gizi atau keamanan makanan,” jelas dr. Yohana saat dihubungi belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa faktor kesehatan lebih dipengaruhi oleh metode memasak seperti menggoreng terlalu lama, membakar hingga gosong, atau penggunaan minyak berulang kali.
Apakah Ada Radiasi dari Kompor Listrik?
Sementara itu, menurut peneliti elektromagnetik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Dwi Mulyana, MT, semua peralatan listrik memang menghasilkan medan elektromagnetik (EMF), termasuk kompor listrik dan kompor induksi. Namun, tingkat EMF yang dihasilkan masih berada dalam batas aman.
“Kompor listrik menghasilkan medan elektromagnetik yang sangat rendah dan hanya bekerja dalam jarak sangat dekat. Artinya, paparan pada tubuh manusia—terutama jika digunakan secara wajar dan tidak terlalu dekat—sangat kecil dampaknya,” jelas Dwi Mulyana kepada Kompas Tekno.
Bagaimana dengan Kompor Induksi?
Kompor induksi memang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk memanaskan peralatan masak. Namun, sistem kerjanya hanya aktif saat mendeteksi logam ferromagnetik, seperti panci besi atau stainless steel di atas permukaan. Setelah panci diangkat, aliran medan magnet langsung berhenti.
Lembaga internasional seperti World Health Organization (WHO) dan International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) juga telah menyatakan bahwa frekuensi gelombang elektromagnetik pada peralatan rumah tangga, termasuk kompor induksi, masih dalam batas aman untuk manusia.
Tips Aman Menggunakan Kompor Listrik atau Induksi
Jangan terlalu dekat saat memasak – jaga jarak aman dari area permukaan kompor.
Gunakan peralatan masak yang sesuai – khusus untuk induksi, gunakan peralatan berbahan ferromagnetik agar proses pemanasan optimal.
Periksa kabel dan instalasi listrik secara berkala untuk mencegah korsleting.
Hindari memasak dengan tangan basah, demi keamanan dari sengatan listrik.
Gunakan timer dan fitur auto-off jika tersedia, untuk menghindari pemanasan berlebih.
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penggunaan kompor listrik membahayakan kesehatan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Risiko kesehatan justru lebih terkait pada cara memasak dan bahan yang digunakan, bukan dari alatnya.
Selama digunakan dengan cara yang tepat dan aman, kompor listrik dapat menjadi alternatif sehat dan modern untuk dapur rumah tangga.***