Buah Manis dari Bisnis Pecel Lele

Bagi sebagian masyarakat daerah, hewan ternak merupakan aset yang sangat berharga. Wajar jika mereka (masyarakat daerah) memilih untuk memelihara hewan ternak (semisal kambing) ketimbang harus menyimp...

Buah Manis dari Bisnis Pecel Lele
Bacakan Artikel

JALURDUA Bagi sebagian masyarakat daerah, hewan ternak merupakan aset yang sangat berharga. Wajar jika mereka (masyarakat daerah) memilih untuk memelihara hewan ternak (semisal kambing) ketimbang harus menyimpan uangnya di Bank.

Beda dengan sudut pandang Sutrisno, Pria berusia 40 tahun yang lahir di Desa Kubang, Tarub Kabupaten Tegal ini, memilih menjual aset (kambing) berharganya demi mengadu nasib di kota besar, kota metropolitan yakni Jakarta. Saat itu, Trisno sangat yakin bahwa dengan modal uang hasil jual kambing yang telah dipeliharanya sejak dia masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) itu, akan mengantarkan dirinya serta keluarganya menuju gerbang kesuksesan nantinya.

“Tak dol bae wedusku dinggo mangkat lan modal usahaku nang Jakarta (Saya jual kambingku buat berangkat dan modal usahaku nanti di Jakarta),”tutur pria yang kerap disapa Trisno oleh teman-temannya.

Perjalanan Panjang Menemukan Usaha Yang Tepat

Di Jakarta, Trisno mengaku, mulai bingung dengan apa yang harus di perbuat. Belum dapat pekerjaan atau usaha, serta kebutuhan hidup yang besar di kota metropolitan mulai dari makan, bayar kos – kosan dan lain – lain, mulai menggerus uang hasil jual kambing. Atas pertimbangan itu, Trisno langsung ambil langkah agar segera mungkin dirinya memiliki usaha sendiri di Jakarta.

“Nduwe duit sitik hasil ngedol wedus, bingung arep usaha apa yah nang Jakarta (Punya uang sedikit hasil jual kambing, bingung mau buat usaha apa yah di Jakarta),”gumam Pria kurus lulusan SLTP 1 Kedung Banteng, Tegal.

Dengan modal usaha yang kecil, akhirnya Trisno memutuskan untuk menjalani usaha jualan aksesoris mulai dari pita, bandana, jepitan rambut, pulpen dan lain sebagainya. Jualan keliling dengan jalan kaki pindah dari tempat satu ke tempat lainnya, bahkan sampai menawarkan ke penumpang bus kota dilakoninya untuk bisa bertahan hidup di Ibukota.

“Nyong wis pernah dodolan aksesoris nang dalan – dalan, nang bis lan terminal kayak Lebak Bulus, Semper, Priok lan daerah liane (Aku sudah pernah jualan aksesoris ke jalan – jalan, di dalam Bus dan terminal kayak di Lebak Bulus, Semper, Priok dan daerah lainnya),”ucap Trisno.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: