Buku-Buku Teras Yang Bergerak Dari Dusun Bentenge

Teras Baca Fathana 137

Buku-Buku Teras Yang Bergerak Dari Dusun Bentenge
Bacakan Artikel

JALURDUA Bulukumba, JalurDua.Com - Salah satu "mitos terbesar" dari Unesco yang selalu dipatahkan oleh para pegiat literasi di negeri ini yaitu mitos "minat baca yang rendah anak-anak kita."

Banyak dugaan dari berbagai kalangan, sesungguhnya yang terjadi adalah ketika Unesco meriset minat baca masyarakat Indonesia pada era 1990-an, saat itu akses baca masih sangat kurang. Bukan minat baca anak-anak Indonesia yang rendah saat itu. Melainkan akses baca berupa simpul-simpul baca yang jumlahnya teramat rendah. Jauh berbeda dengan hari ini. Salah satu jaringan komunitas literasi terbesar di tanah air yaitu Pustaka Bergerak bahkan sudah beranggotakan hampir tiga ribu simpul di seantero Nusantara.

Maka lihatlah kini pemandangan keren di berbagai penjuru tanah air. Bertumbuhan dari berbagai sudut Nusantara, rumah-rumah baca bermekaran mencipta peristiwa. Di beranda, kolong rumah, bengkel, gardu siskamling, posyandu, dan berbagai tempat lainnya. Antusiasme selalu sangat tinggi dari kalangan anak-anak, remaja, dan dewasa. Berbagai lapak baca gratis diserbu penuh animo oleh masyarakat segala usia dan kalangan.

Anak-anak Dusun Bentenge (Dok:Ist.)

Lebih keren lagi. Sudah bukan pemandangan aneh jika kita bertemu ibu-ibu penjual sayur, supir angkutan umum, tukang jamu, tukang bakso, dan beragam profesi lainnya yang menyertakan buku-buku bacaan gratis bersama jualannya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2