Buku "Keserakahan di Tengah Pandemi", Karya Gde Siriana, Dapat Perhatian Banyak Kalangan
Foto : Ist Jalurdua.com - Jakarta | Acara bedah buku berjudul "Keserakahan di tengah pandemi", Jumat (18/3/2022) di sekretariat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), kawasan Menteng, Jakart...
Gde menyampaikan bahwa buku yang ia tulis merupakan kajian kritis (bukan kumpulan tulisan) terkait perjalanan pemerintah dan upaya berbagai kelompok dalam sejumlah aktifitasnya guna mencari keuntungan disituasi pandemi khususnya, yang semua sangat berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya emak-emak yang hadir dalam acara kemarin.

"Buku ini merupakan cara saya membagi rasa duka dan keprihatinan mendalam terhadap warga Indonesia yang selama pandemi ini menjadi korban pada kesehatannya, kehidupan ekonominya, kehilangan nyawa," tegasnya.
Selain itu, masih kata Gde, buku tersebut juga merekam semua perjuangan yang telah dilakukan para pejuang demokrasi dalam melawan kepemimpinan otoriter dan keserakahan oligarki yang memanfaatkan krisis pandemi.
Ia tambahkan bahwa buku yang ia tulis merupakan gambaran fakta, betapa oligarki dan kelompok lainnya yang didukung oleh sejumlah oknum berupaya dan bekerjasama dalam mencari keuntungan ditengah keadaan pandemi, tak perduli bangsa dan negara dalam keadaan sulit sekalipun.
Nampak terlihat air mata menetes dari puluhan emak-emak saat mendengarkan sambutan penulis terkait kisah dan suasana bathin terkait pengalaman suka dan duka penulis hingga terbitnya buku ini.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Uji Kompetensi Wajib? Strategi Kemnaker Perkuat Daya Saing Lulusan Magang
- Abdul Razak Nasution Tidak Paham AD/ART dan Peraturan Organisasi
- Kapolres Bulukumba: Polri Terbuka Kritik, Reformasi Harus Sentuh Kultur
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”