Buku "Keserakahan di Tengah Pandemi", Karya Gde Siriana, Dapat Perhatian Banyak Kalangan
Foto : Ist Jalurdua.com - Jakarta | Acara bedah buku berjudul "Keserakahan di tengah pandemi", Jumat (18/3/2022) di sekretariat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), kawasan Menteng, Jakart...
"Saya terharu dan nggak terasa keluar air mata saat Mas Gde Siriana ceritakan perasaan bathinnya tentang dibalik proses pembuatan bukunya saat proses pembuatan bukunya," terang salah satu Emak-emak yang hadir dan tak mau disebutkan namanya.
Usai acara disela-sela obrolan,
Direktur Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana.mengungkapkan, ada tiga hal yang menjadi fokus dan kegelisahan yang dijabarkan dalam bukunya tersebut.
Pertama, kepemimpinan populistis yang otoriter. Kedua, kapasitas kesehatan yang tidak memadai dan tidak dipersiapkan. Ketiga, oligarki justru mencari untung di tengah derita orang banyak.
"Jadi ketiga faktor inilah yang menjadi kesimpulan di buku saya," tuturnya.
Menurut Gde, kerusakan negara akan semakin parah ketika oligarki sudah betul-betul mencengkram ring satu negara. Sehingga, ketika sekeliling presiden otoriter, maka presiden pun menjadi otoriter. Ketika sekelilingnya islamophobia, presidennya ikut islamophobia.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Uji Kompetensi Wajib? Strategi Kemnaker Perkuat Daya Saing Lulusan Magang
- Abdul Razak Nasution Tidak Paham AD/ART dan Peraturan Organisasi
- Kapolres Bulukumba: Polri Terbuka Kritik, Reformasi Harus Sentuh Kultur
- Hasil Autopsi Penembakan Kajang Bulukumba: Luka Lebam Benda Tumpul, Keluarga Tun...
- Polisi Bulukumba Tangkap Pelaku Curanmor dalam Waktu Singkat: Kronologi dan Peng...