Bulukumba Siap Sambut Tabligh Akbar Nasional, Ini Alasan Pemilihannya
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Kabupaten Bulukumba kembali menjadi perhatian nasional. Daerah yang dikenal dengan keindahan pesisirnya ini resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Tabligh Akbar Nasional dan S...
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Kabupaten Bulukumba kembali menjadi perhatian nasional. Daerah yang dikenal dengan keindahan pesisirnya ini resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Tabligh Akbar Nasional dan Silaturahmi Syawal 1447 H yang diselenggarakan oleh Wahdah Islamiyah.
Agenda besar ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 5 April 2026, bertepatan dengan 17 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi pertemuan keagamaan, tetapi juga momentum kebangkitan spiritual pasca-Ramadan sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah di tingkat nasional.
Pemilihan Bulukumba bukan tanpa alasan. Dari sisi fasilitas hingga dukungan pemerintah, daerah ini dinilai memenuhi berbagai kriteria strategis.
Ustaz Jusman, pengurus Wahdah Islamiyah Bulukumba, menjelaskan bahwa faktor utama adalah kesiapan infrastruktur.
“Masjid Islamic Center Dato Tiro yang besar serta didukung area parkir yang luas memungkinkan pelaksanaan kegiatan dengan jumlah peserta yang banyak,” ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.
Masjid Islamic Center Dato Tiro memang dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keislaman terbesar di wilayah tersebut. Kapasitasnya mampu menampung ribuan jamaah, menjadikannya lokasi ideal untuk kegiatan berskala nasional.
Selain itu, dukungan pemerintah daerah turut memperkuat keputusan ini.
“Pemerintah daerah, khususnya Bupati Bulukumba, H. Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan dukungan terhadap kegiatan ini,” lanjutnya.
Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah menjadi indikator kuat keberhasilan sebuah event besar. Ini juga mencerminkan komitmen daerah dalam mendukung kegiatan dakwah.
Tak hanya sisi religius, Bulukumba juga menawarkan daya tarik wisata yang kuat. Ini menjadi nilai tambah bagi peserta dari luar daerah.
Pantai Bira, misalnya, dikenal luas dengan pasir putihnya yang halus dan air laut yang jernih. Selain itu, tradisi pembuatan kapal Pinisi menjadi identitas budaya yang mendunia.
Kapal Pinisi bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol kejayaan maritim masyarakat Sulawesi Selatan. Kehadirannya menjadi magnet wisata budaya yang unik.
Dengan adanya kegiatan ini, sektor pariwisata lokal berpotensi mengalami peningkatan signifikan, baik dari sisi kunjungan maupun ekonomi masyarakat.
Dari sisi internal, pengurus DPD dan MWD Wahdah Islamiyah Bulukumba menyatakan kesiapan penuh sebagai tuan rumah.
“Kami siap menyambut peserta dan berupaya memberikan pelayanan yang optimal,” tegas panitia.
Kesiapan ini mencakup logistik, akomodasi, hingga pengaturan lalu lintas jamaah. Semua dirancang untuk memastikan kenyamanan peserta.
Tabligh Akbar Nasional di Bulukumba bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah pertemuan hati, penguat iman, dan penggerak ekonomi lokal.
Ketika dakwah bertemu pariwisata, dan spiritualitas berjalan seiring pembangunan daerah, maka yang tercipta bukan hanya acara—melainkan pengalaman yang membekas.
Bulukumba kini tak hanya dikenal karena lautnya, tetapi juga karena semangat religius yang menginspirasi.**