Cegah Balapan Liar, Polres Bulukumba Turunkan Tim Khusus Ramadan
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, suasana di Kabupaten Bulukumba berubah. Jalanan lebih ramai saat sore hari, masjid-masjid dipenuhi jamaah, dan aktivitas masyarakat...
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Menjelang dan selama bulan suci Ramadan, suasana di Kabupaten Bulukumba berubah. Jalanan lebih ramai saat sore hari, masjid-masjid dipenuhi jamaah, dan aktivitas masyarakat meningkat hingga malam. Di tengah dinamika itu, Polres Bulukumba mengambil langkah strategis dengan membentuk tiga tim khusus guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Di baliknya, ada komitmen kuat menjaga rasa aman warga. Ramadan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan dan ketenangan. Karena itu, Polres Bulukumba bergerak cepat dan terukur.
Polres Bulukumba Siaga Ramadan: Strategi Preventif dan Humanis
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K melalui Kasi Humas AKP H. Marala menegaskan bahwa pembentukan tim khusus ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang cenderung meningkat selama bulan puasa.
“Pembentukan tim khusus ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang biasanya meningkat selama bulan puasa, khususnya pada waktu-waktu rawan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan berbasis pencegahan (preventif), bukan sekadar penindakan. Prinsip ini sejalan dengan praktik policing modern yang menempatkan kehadiran polisi sebagai upaya membangun rasa aman, bukan menunggu gangguan terjadi.
Tim Commander Wish: Mengurai Kemacetan Jelang Berbuka
Tim pertama adalah Tim Commander Wish (Comanderwis) yang berjumlah 66 personel gabungan.
Fokus Tugas
- Pengaturan arus lalu lintas sore hari
- Penempatan di titik rawan kemacetan
- Penguraian kepadatan kendaraan saat ngabuburit
Sore hari menjelang berbuka menjadi momen paling padat. Warga berbondong-bondong mencari takjil, pulang kerja, atau sekadar ngabuburit bersama keluarga. Tanpa pengaturan optimal, potensi kemacetan dan kecelakaan meningkat.
Kehadiran tim ini bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga menciptakan rasa tenang bagi pengendara. Dengan visibilitas personel di lapangan, potensi pelanggaran lalu lintas pun bisa ditekan.
Tim Anti Balapan Liar: Patroli Intensif di Jam Rawan
Tim kedua adalah Tim Anti Balapan Liar (Bali) dengan kekuatan 95 personel.
Balapan liar kerap muncul pada:
- Sore menjelang berbuka
- Setelah salat tarawih
- Waktu subuh
Fenomena ini bukan sekadar pelanggaran lalu lintas. Ia menyangkut keselamatan jiwa. Aksi ugal-ugalan bisa membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
Tim ini akan:
- Melakukan patroli rutin
- Bersiaga di titik rawan
- Melakukan penindakan jika ditemukan pelanggaran
“Kami juga mengharapkan peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aksi balapan liar maupun potensi gangguan Kamtibmas lainnya,” ujar AKP H. Marala.
Kolaborasi antara polisi dan masyarakat menjadi kunci utama. Polres Bulukumba membuka akses pelaporan melalui call center 110, serta laporan langsung ke Polres maupun Polsek jajaran.
Tim Pengamanan Salat Tarawih: Jaga Kekhusyukan Ibadah
Tim ketiga adalah Tim Pengamanan Salat Tarawih dengan jumlah 143 personel.
Peran Utama
- Pengamanan di depan masjid
- Pengaturan arus lalu lintas
- Pencegahan gangguan keamanan
Masjid-masjid besar di Bulukumba selalu dipadati jamaah saat tarawih. Lonjakan kendaraan parkir dan aktivitas warga memerlukan pengawasan khusus.
Langkah ini menunjukkan pendekatan pelayanan publik yang kuat. Polisi hadir bukan sekadar berjaga, tetapi memastikan umat Muslim dapat beribadah dengan nyaman.
“Kami berharap dengan adanya tim khusus ini, situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Bulukumba selama bulan suci Ramadan tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkasnya.
Ramadan Aman, Bulukumba Nyaman
Pengamanan bukan hanya soal patroli dan sirene. Ia adalah soal kehadiran. Soal rasa aman yang dirasakan warga saat berbuka, tarawih, dan sahur.
Dengan strategi terukur dan kolaborasi masyarakat, Ramadan di Bulukumba diharapkan berjalan tenang dan penuh khusyuk. Polisi hadir, masyarakat terlibat, dan keamanan terjaga. Inilah wajah pelayanan publik yang responsif dan humanis.**