Cegah Stunting, Ketua PKK Bulukumba Tinjau PMT di Ujung Bulu
JALUR DUA--Dalam upaya memastikan keberhasilan Program Pemutakhiran Data Anak Stunting (PEDAS) tahap ketiga, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, meninjau langsung o...
JALUR DUA--Dalam upaya memastikan keberhasilan Program Pemutakhiran Data Anak Stunting (PEDAS) tahap ketiga, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, meninjau langsung operasional Rumah Gizi di Kecamatan Ujung Bulu. Kunjungan yang berlangsung pada Selasa ini fokus memantau pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk bayi bawah dua tahun (Baduta) yang menjadi sasaran intervensi stunting.
Didampingi pengurus PKK, Bunda PAUD, dan Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida mengunjungi empat Rumah Gizi di Kelurahan Ela-Ela, Tanah Kongkong, Bintarore, dan Loka. Ia memastikan bahwa kader PKK, yang menjadi ujung tombak pengelolaan Rumah Gizi, menjalankan PMT setiap hari dengan mematuhi standar gizi kesehatan.
Andi Herfida menjelaskan bahwa PMT diberikan selama 90 hari kepada Baduta dengan status stunting, dengan menu bervariasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi. “Setelah periode ini, kami akan mengukur ulang untuk mengevaluasi perkembangan berat badan dan status gizi anak-anak,” ungkapnya.
Namun, ia menemukan beberapa Baduta absen saat jadwal PMT. Untuk mengatasi hal ini, Herfida menginstruksikan kader untuk mengantarkan makanan tambahan langsung ke rumah sasaran. “Kami pastikan setiap anak terdata dan mendapat PMT sesuai jadwal. Jika ada hari yang terlewat, akan kami kompensasi dengan tambahan hari,” tegasnya.
Komitmen PKK dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam menangani stunting tercermin dari target program PEDAS 3, yang mencakup 404 Baduta untuk PMT dan 594 ibu hamil dengan status Kurang Energi Kronik (KEK) untuk asupan bergizi, tersebar di 136 desa dan kelurahan.
Maryati, seorang ibu dari Baduta berusia 7 bulan di Kelurahan Loka, mengungkapkan rasa syukurnya. “Program ini sangat membantu anak saya untuk pulih dan bertambah berat badannya,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2023, PEDAS telah membuahkan hasil signifikan. Data menunjukkan penurunan prevalensi stunting di Bulukumba dari 33,7% pada 2023 menjadi 25,3% pada 2024, turun 8,5%. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dedikasi Pemkab dan PKK dalam memerangi stunting melalui pendekatan berbasis data dan pelayanan langsung kepada masyarakat.(*)