Dari Masjid ICDT, Gerakan Bulukumba Cinta Al-Qur’an Diperkuat
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA — Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema khusyuk di pelataran Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Selasa pagi, 24 Februari 2025. Suasana religius itu menjadi penanda dimulainya...
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA — Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema khusyuk di pelataran Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Selasa pagi, 24 Februari 2025. Suasana religius itu menjadi penanda dimulainya kegiatan Tahsinul Qira’ah Bulukumba Cinta Al-Qur’an, sebuah ikhtiar kolektif membumikan nilai Qur’ani di jantung pelayanan publik dan kehidupan sosial masyarakat Bulukumba.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Andi Herfida Muchtar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba. Kehadirannya tidak sekadar simbolis, melainkan representasi nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat program keagamaan sebagai fondasi pembangunan manusia.
Dukungan Pemerintah Daerah untuk Bulukumba Religius
Program Tahsinul Qira’ah merupakan bagian integral dari gerakan Bulukumba Cinta Al-Qur’an, yang sejak awal 2025 telah digerakkan secara intensif di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program ini sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bulukumba periode 2025–2029 yang menempatkan nilai religiusitas sebagai pilar utama kemajuan daerah.
Dalam konteks pelayanan publik, penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an diyakini mampu membentuk aparatur yang berintegritas, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Nilai-nilai Qur’ani diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga dihidupkan dalam sikap dan kebijakan.
Kolaborasi OPD dan Ormas Islam
Sejak dicanangkan, Bulukumba Cinta Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin setiap pekan melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya Wahdah Islamiyah. Sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan program berjalan konsisten, terarah, dan menyentuh akar masyarakat.
Ketua Panitia Amaliah Ramadhan Masjid ICDT, Muhammad Daud Kahal, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Sekitar 200 orang terlibat aktif, terdiri dari staf OPD dan anggota Majelis Taklim di Kota Bulukumba.
“Kegiatan ini akan berlangsung rutin setiap hari Selasa dan Kamis selama bulan Ramadhan. Kami ingin memastikan pembinaan bacaan Al-Qur’an dilakukan secara berkelanjutan, bukan seremonial,” ujarnya.
Dibimbing Imam Berpengalaman
Menambah bobot kualitas kegiatan, panitia menghadirkan H. Mustamin Gau sebagai pemateri utama. Ia merupakan Imam Tetap Masjid ICDT yang juga dikenal luas sebagai Dewan Hakim Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya menekankan aspek teknis tajwid dan makhraj, tetapi juga pemahaman makna bacaan. Peserta diajak memperbaiki kualitas tilawah sekaligus menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap Al-Qur’an.
Harapan dari Ketua TP PKK Bulukumba
Dalam sambutannya, Andi Herfida Muchtar mengapresiasi peran Panitia Amaliah Ramadhan Masjid ICDT yang konsisten menghadirkan ruang pembinaan keagamaan di bulan suci.
“Kita berharap program ini berjalan dengan baik, sehingga tujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi seluruh peserta dapat tercapai,” tuturnya.
Ia juga mendorong agar ke depan seluruh masjid di Kabupaten Bulukumba dapat mengimplementasikan program Bulukumba Cinta Al-Qur’an. Dengan demikian, pembinaan keagamaan dapat berlangsung merata dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari aparatur hingga warga akar rumput.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik.
“Pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan mental dan spiritual. Di situlah keseimbangan dan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud,” pungkasnya.
Menanam Qur’an, Menuai Peradaban
Tahsinul Qira’ah Bulukumba Cinta Al-Qur’an bukan sekadar agenda Ramadhan. Ia adalah gerakan kultural yang menanamkan Al-Qur’an sebagai sumber nilai, etika, dan inspirasi pembangunan. Dari Masjid ICDT, Bulukumba menegaskan langkahnya: membangun peradaban yang religius, maju, dan berakar pada cahaya wahyu.**