Dari Masjid Namirah, Polres Bulukumba Rawat Spiritualitas Personel
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di tengah ritme tugas kepolisian yang padat dan penuh tekanan, sejenak suasana Masjid Namirah Polres Bulukumba terasa lebih hening. Lantunan Surah Yasin mengalun lembut, me...
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di tengah ritme tugas kepolisian yang padat dan penuh tekanan, sejenak suasana Masjid Namirah Polres Bulukumba terasa lebih hening. Lantunan Surah Yasin mengalun lembut, meneduhkan hati para personel yang baru saja menyelesaikan apel pagi. Kamis Religi kembali digelar, menjadi ruang refleksi spiritual untuk menguatkan mental dan nilai pengabdian anggota Polri kepada masyarakat.
Binrohtal sebagai Ruang Menyegarkan Jiwa
Polres Bulukumba kembali menggelar Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) Agama Islam yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 08.30 WITA, bertempat di Masjid Namirah Polres Bulukumba.
Kegiatan diikuti oleh seluruh unsur personel, mulai dari Perwira, Bintara, hingga ASN Polres Bulukumba. Kehadiran lintas fungsi ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa kekuatan institusi tidak hanya bertumpu pada fisik dan kemampuan teknis, tetapi juga pada ketenangan batin dan integritas moral.
Lantunan Yasin yang Menyatukan
Dalam suasana khusyuk, pembacaan Surah Yasin dipimpin oleh personel SDM Polres Bulukumba, Bripda Muhammad Alif Nur. Ayat demi ayat dibaca bersama, menghadirkan momen kebersamaan yang sarat makna.
Bagi sebagian personel, kegiatan ini menjadi pengingat akan tujuan awal pengabdian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di tengah dinamika tugas lapangan yang penuh risiko, Binrohtal hadir sebagai jangkar spiritual yang menyeimbangkan logika dan nurani.
Bekerja dengan Hati Nurani
Kepala Bagian SDM Polres Bulukumba, KOMPOL Syamsul Bahri, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa Kamis Religi bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mental bagi setiap anggota.
“Dengan pembinaan rohani yang berkelanjutan, diharapkan seluruh personel dapat bekerja dengan hati nurani, menjunjung tinggi etika, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, stabilitas emosi dan kekuatan spiritual sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik. Personel yang tenang dan berintegritas akan lebih humanis dalam menghadapi masyarakat serta bijak dalam mengambil keputusan di lapangan.
Doa Bersama, Harapan Bersama
Usai pembacaan Surah Yasin, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Para personel bermunajat kepada Allah SWT, memohon kesehatan, keselamatan, dan kelancaran dalam setiap tugas yang diemban.
Doa tersebut bukan hanya menjadi penutup rangkaian kegiatan, tetapi juga simbol harapan bersama agar setiap langkah pengabdian Polri selalu berada dalam lindungan Tuhan dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menanam Nilai Agama dalam Tugas Kepolisian
Melalui kegiatan Binrohtal ini, Polres Bulukumba berharap nilai-nilai keagamaan dapat terus terinternalisasi dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian. Spiritualitas diposisikan sebagai fondasi etika profesi, yang menuntun personel untuk tetap profesional, berempati, dan berkeadilan.
Di era tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, pendekatan ini menjadi bagian dari strategi membangun Polri Presisi yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga matang secara moral dan mental.
Kamis Religi di Polres Bulukumba bukan sekadar agenda mingguan. Ia adalah jeda yang bermakna—ruang untuk menata ulang niat, menguatkan hati, dan memperbaharui komitmen pengabdian. Dari Masjid Namirah, nilai ketulusan dan keikhlasan kembali ditanamkan, mengalir ke setiap langkah personel dalam melayani masyarakat Bulukumba.(*)