Disebut Formula E Peristiwa Politik, Bukan Ajang Balapan, Ini Alasannya
Jalurdua.com - Jakarta | Prasetyo Edi Ketua DPRD DKI Jakarta menilai Formula E yang menjadi program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukanlah ajang balapan, melainkan peristiwa politik. Hal itu...
Pras juga mengatakan, aroma politik di Formua E semakin kentara saat Anies menunjuk Ahmad Sahroni yang merupakan politikus Partai Nasdem sebagai ketua pelaksana Formula E.
Dia juga mengkritik pernyataan Anies yang menyebut penyelenggaraan Formula E adalah murni business to business, tetapi menunjuk politikus sebagai ketua pelaksana Formula E.
Padahal, kata Pras, Anies sebelumnya jelas-jelas menyebut Pemprov DKI sebagai penyelenggara Formula E yang dibuktikan dalam instruksi gubernur kepada Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membayar uang komitmen sebesar Rp 560 miliar.
Rangkaian peristiwa tersebut, kata Pras, membuktikan agenda politik Anies dalam penyelenggaraan balap mobil listrik tersebut.
"Jadi pengusaha enggak mau terlibat dalam kegaduhan politik, makanya mereka enggak mau investasi di Formula E," tutur Pras.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”
- Andi Endang: Ramadhan Momentum Rekatkan Pemerintah dan Masyarakat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania