Dua Alasan Mendasar Kenapa PKB Usung Pasangan Tomy Satria-Andi Makassau
BULUKUMBA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi merekomendasikan pasangan Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau di Pilkada Bulukumba. Tak tanggung-tanggung partai besutuan Abdul Rahman Wahid alias Gus...
JALURDUA BULUKUMBA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi merekomendasikan pasangan Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau di Pilkada Bulukumba. Tak tanggung-tanggung partai besutuan Abdul Rahman Wahid alias Gusdur ini langsung mengeluarkan rekomendasi format B1:KWK.
Ada dua alasan mendasar PKB mengusung pasangan Tomy Satria-Andi Makassau. Dua alasan ini disampaikan langsung Ketua DPC PKB Bulukumba, Fahidin HDK, saat memberikan keterangan pers pengumuman usungan PKB di Pilkada Bulukumba, di RMB Bulukumba, Jumat (13/3/2020).
"Tawaran pertama sebenarnya kepada pasangan calon yang kita usung yaitu punya hasil survei dengan kekuatan yang signifikan, atau punya peluang menang yang besar," kata Fahidin didampingi sejumlah fungsionaris PKB Bulukumba.
Kedua, lanjut dia adalah pasangan calon yang sudah memiliki partai koalisi dan mencukupi syarat minimal 20 persen kursu mendaftar di KPU. Usungan partai tersebut harus dibuktikan ke DPP PKB dengan memperlihatkan rekomendasi.

"Karena itulah, PKB sebenarnya tidak lama memutuskan ini. Jadi saat fit and proper test di Jakarta sudah ada yang memperlihatkan rekomendasi partai politik lain," ungkap Fahidin.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”
- Andi Endang: Ramadhan Momentum Rekatkan Pemerintah dan Masyarakat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania