Emas berjangka pangkas keuntungan awal, berakhir sedikit lebih rendah
Emas berakhir sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor merealisasikan keuntungan setelah harga naik lebih dari satu persen di awal sesi seiring meningkatn...
"Emas akan mengincar level 1.700 dolar AS per ounce selama beberapa minggu ke depan karena wabah Virus Corona semakin memburuk," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.
Infeksi Virus Corona baru di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir melampaui infeksi di daratan China, untuk pertama kalinya. Vaksin dapat memakan waktu hingga 18 bulan untuk berkembang.
Pada Kamis (27/2/2020), China melaporkan peningkatan kasus virus baru pada 26 Februari dari hari sebelumnya.
Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 1,4 persen pada 2.828,61 dolar AS, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 2.847,50 dolar AS per ounce di awal sesi.
Nornickel, produsen paladium terbesar di dunia, mengatakan mereka memperkirakan defisit di pasar paladium global sebesar 0,9 juta ounce pada 2020.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”
- Andi Endang: Ramadhan Momentum Rekatkan Pemerintah dan Masyarakat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania