Fenomena Kembalinya BlackBerry: Gen Z Desak Ponsel Lawas Ini Bangkit Lagi
JALURDUA.COM - Ponsel legendaris BlackBerry kembali menarik perhatian, terutama di kalangan Gen Z. Minat generasi muda terhadap perangkat yang populer di era 2000-an ini bahkan memicu lahirnya se...
Gelombang Anti-Smartphone
Dalam beberapa bulan terakhir, pencarian dan pembelian BlackBerry bekas semakin meningkat. Seperti dilansir The New York Post pada Kamis (12/6), banyak pengguna TikTok memamerkan ponsel lawas ini, baik hasil beli dari e-commerce maupun peninggalan orang tua yang kini diberi sentuhan dekoratif baru. Keyboard fisiknya yang berderit bahkan dianggap cocok untuk konten ASMR.
“Saya sudah muak dengan Apple, saya rela menyerahkan hampir segalanya demi sebuah BlackBerry!” tulis salah satu pengguna media sosial.
Netizen lainnya juga berbagi pengalaman berburu BlackBerry di berbagai platform seperti Facebook Marketplace, eBay, hingga Back Market, sebagai alternatif dari smartphone saat ini.
Salah satu alasan utama ketertarikan tersebut adalah harga yang jauh lebih terjangkau. Jika dibandingkan dengan iPhone generasi terbaru yang bisa mencapai puluhan juta rupiah, BlackBerry terlihat jauh lebih ekonomis.
Lebih dari sekadar nostalgia, tren ini juga merefleksikan gerakan yang menolak dominasi smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pengguna kini mulai ingin hidup lebih "offline" dan menikmati waktu tanpa gangguan digital.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Apple Uji Google Gemini AI untuk Tingkatkan Siri, iPhone 17 Belum Dapat Izin Mas...
- Starlink Hentikan Pendaftaran Pengguna Baru di Indonesia, Ini Penyebabnya
- Harga iPhone 16 Turun Drastis Agustus 2025,
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania