News and Education Versi penuh
News

Gedung Ammatoa Bulukumba Mulai Difungsikan, Salat Jumat Perdana Disambut Antusias

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA – Suasana khidmat berpadu antusiasme terasa sejak pagi di Gedung Ammatoa, Jumat (6/2/2026). Untuk pertama kalinya, jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba be...

Oleh uno 06 Feb 2026 10:59 3 menit baca

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA – Suasana khidmat berpadu antusiasme terasa sejak pagi di Gedung Ammatoa, Jumat (6/2/2026). Untuk pertama kalinya, jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba bersama puluhan warga melaksanakan salat Jumat perdana di mushalla lantai 1 gedung ikonik tersebut. Momen ini bukan sekadar ibadah rutin, tetapi juga penanda babak baru peradaban dan pelayanan publik di Butta Panrita Lopi.

Deretan saf jamaah tampak penuh. Aparatur sipil negara, pejabat daerah, hingga masyarakat sekitar larut dalam suasana kebersamaan. Mushalla Gedung Ammatoa yang dirancang terbuka dan nyaman langsung “hidup” sejak hari pertama difungsikan untuk salat Jumat.

Dihadiri Pimpinan Daerah

Salat Jumat perdana ini dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, hingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulukumba Andi Buyung Saputra. Kehadiran pimpinan daerah mempertegas komitmen Pemkab Bulukumba bahwa fasilitas pemerintahan harus sejalan dengan nilai spiritual dan pelayanan masyarakat.

Gedung Ammatoa sendiri rampung pada awal periode kedua pemerintahan Andi Muchtar Ali Yusuf – Andi Edy Manaf tahun 2025. Sejak itu, gedung ini perlahan menjadi ikon baru Kabupaten Bulukumba, sekaligus pusat aktivitas beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Momentum Pasca Peresmian Hari Jadi Bulukumba

Salat Jumat ini menjadi semakin istimewa karena digelar hanya dua hari setelah peresmian Gedung Ammatoa, yang dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba, Rabu (4/2/2026). Peresmian tersebut menjadi simbol kesinambungan pembangunan fisik dan pembangunan nilai.

Dari sisi perencanaan, Gedung Ammatoa memang dirancang sebagai kantor pemerintah modern dengan akses pelayanan publik yang maksimal, sekaligus ramah bagi kebutuhan ibadah. Karena itu, mushalla di gedung ini akan terus dimanfaatkan untuk pelaksanaan salat Jumat, bukan hanya untuk aparatur, tetapi juga terbuka bagi masyarakat.

Pesan Wakil Bupati: Peradaban dan Kapasitas Aparatur

Usai pelaksanaan salat Jumat, Wakil Bupati Andi Edy Manaf didaulat menyampaikan sambutan. Di hadapan jamaah, ia menekankan bahwa pembangunan gedung bukan sekadar soal fisik, melainkan tentang arah masa depan Bulukumba.

“Kita sudah mengalami perubahan dan kemajuan peradaban. Fasilitas gedung dan kehadiran fasilitas ibadah ini luar biasa. Pemerintah daerah terus berkomitmen memberi yang terbaik,” ujar Andi Edy Manaf.

Ia juga mengingatkan bahwa kemegahan fasilitas harus diiringi dengan kompetensi dan kapasitas aparatur pemerintah daerah. Menurutnya, pelayanan publik yang berkualitas lahir dari sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.

“Fasilitas gedung ini sangat bagus. Bahkan lebih bagus dari ruangan saya. Jadi, saya minta agar kita semua menjaga fasilitas yang ada di gedung ini,” ungkapnya, disambut senyum jamaah.

Mushalla Sebagai Ruang Perjumpaan Sosial

Bagi banyak jamaah, salat Jumat perdana ini menghadirkan rasa memiliki. Mushalla Gedung Ammatoa bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga ruang perjumpaan sosial antara pemerintah dan masyarakat. Nilai inilah yang memperkuat makna Gedung Ammatoa sebagai simbol pelayanan yang humanis.

Adapun petugas salat Jumat perdana ini adalah Ilham Faisal sebagai khatib, Hamzah sebagai imam, dan Syahrul sebagai muadzin. Ketiganya menjalankan tugas dengan khusyuk, menutup rangkaian ibadah yang bersejarah tersebut.

Ikon Baru, Harapan Baru Bulukumba

Dengan difungsikannya mushalla dan dimulainya aktivitas salat Jumat, Gedung Ammatoa kini benar-benar hidup. Ia tidak hanya menjadi pusat administrasi, tetapi juga penanda peradaban baru Bulukumba—di mana pembangunan fisik, spiritual, dan kualitas aparatur berjalan beriringan.

Bagi masyarakat Bulukumba, Jumat ini bukan sekadar Jumat biasa. Ia menjadi cerita tentang harapan, pelayanan, dan masa depan yang dibangun bersama.(*)

Topik terkait
Pemkab Bulukumba Bulukumba Andi Edy Manaf Pelayanan Publik Gedung Ammatoa Ikon Bulukumba Salat Jumat