IKM Kerajinan Nasional Dipacu Masuk Rantai Pasok Global

JAKARTA – Kementerian Perindustrian bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) sektor kerajinan bisa berperan dalam rantai pasok global. Untuk itu, dipe...

IKM Kerajinan Nasional Dipacu Masuk Rantai Pasok Global
Bacakan Artikel

Guna membuat produk industri yang kompetitif, Gati menyampaikan, perlu adanya ketersediaan bahan baku, pemanfaatan teknologi, penguatan kualitas SDM, dan alur distribusi ke pasar yang lancar. “Dari sini, pasar produk kerajinan bisa diserap dari belanja negara (APBN dan APBD) melalui jaringan Dekranas dan Dekranasda (provinsi, kabupaten/kota),” paparnya.

Gati menyampaikan, Dekranasda harus mampu menjadi kurator bagi produk unggulan daerahnya. Hal ini bisa sekaligus mempromosikan kemampuan dari masing-masing daerah di berbagai kesempatan, seperti pada acara Munas Dekranas. “Artinya, mereka akan menjadikan dirinya sebagai ruang pamer. Kalau bagus, berarti sukses membina pengrajin di daerahnya,” ujarnya.

Gati menambahkan, tugas para pengurus Dekranasda sebagai kurator juga meningkatkan pemakaian dan citra produk kerajinan unggulan dari daerah masing-masing. “Kami melihat, penggunaan produk asing kini sudah mulai tergerus, mereka lebih mengutamakan produk daerah masing-masing,” tandasnya.

Apalagi, saat ini produk kerajinan nasional mampu bersaing dengan barang impor dan telah banyak diminati oleh konsumen mencanegara. Pasar ekspor kerajinan paling banyak ke Eropa, Amerika Serikat, dan negara Asia lainnya,” ungkap Gati.

Pada Munas tahun ini, juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Dekranas dengan PT Telekomunikasi Indonesia. Kerja sama tersebut berupa pemberian paket bantuan internet dengan kecepatan 10mbps untuk 500 IKM/UKM binaan Dekranas selama 12 bulan. Hal ini merupakan realisasi salah satu program kerja Dekranas untuk percepatan digitalisasi pasar kerajinan menuju industri 4.0.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: