News and Education Versi penuh
News

Inovasi RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kurangi Limbah Plastik di Awal 2026

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di koridor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, suasana awal tahun 2026 terasa berbeda. Tidak ada lagi suara gemerisik kantong plastik tipi...

Oleh uno 20 Jan 2026 09:18 2 menit baca

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di koridor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, suasana awal tahun 2026 terasa berbeda. Tidak ada lagi suara gemerisik kantong plastik tipis yang biasanya menemani obat-obatan menuju tangan pasien. Kini, yang terasa justru sentuhan kokoh kemasan kertas—sederhana, bersih, dan ramah lingkungan.

Perubahan kecil ini mungkin luput dari perhatian sebagian orang. Namun bagi mereka yang peka, ia adalah simbol dari sebuah kesadaran baru: bahwa layanan kesehatan tidak hanya tentang menyembuhkan tubuh manusia, tetapi juga menjaga ekosistem tempat manusia hidup.

Apt. Herman, penanggung jawab Apotek RSUD, menyambut dengan senyum ketika menceritakan transformasi tersebut. Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 20 Januari 2026, Herman menyebut kebijakan ini sebagai langkah progresif yang berdampak luas.

“Pembungkus obat dari plastik yang kini diganti dengan kertas ini merupakan inisiasi langsung dari Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG(K), M.Kes,” ungkapnya.

Menurut Herman, perubahan ini tidak lahir dari sekadar tren atau tuntutan estetika, melainkan dari kepedulian nyata terhadap lingkungan Bulukumba. Selama ini, limbah plastik—termasuk dari sektor kesehatan—menjadi persoalan laten yang sulit diurai.

“Plastik itu membutuhkan waktu sangat lama, bisa bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun untuk terurai. Sementara kertas jauh lebih cepat hancur dan kembali menyatu dengan alam,” jelasnya.

Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas kegelisahan banyak pihak terhadap akumulasi limbah medis non-organik. Dengan mengganti kemasan obat berbahan plastik menjadi kertas, RSUD Bulukumba menunjukkan bahwa inovasi lingkungan bisa dimulai dari hal paling sederhana—bahkan dari sebuah kantong obat.

Langkah ini menempatkan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja sebagai pelopor fasilitas kesehatan berwawasan lingkungan di Bulukumba. Di tangan para pasien, kemasan kertas itu kini bukan sekadar wadah obat, melainkan pesan moral: kesehatan manusia dan kesehatan bumi adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Satu kantong kertas sekali pakai, satu langkah kecil menjauh dari kiamat plastik.(***)

Topik terkait
RSUD Bulukumba Rumah Sakit Ramah Lingkungan Kemasan Obat Karton Limbah Plastik Medis Inovasi Kesehatan Lingkungan Bulukumba RSUD Andi Sulthan Daeng Radja Green Hospital Indonesia