'Jebakan' Utang China Disebut Makan Korban Lagi: Pakistan
Jalurdua.com - Jakarta | China dikenal sebagai pemberi utang melalui skema Belt and Road Initiative (BRI). Dana yang diberikan Negeri Tirai Bambu biasanya digunakan untuk proyek pembangunan infrastru...
"Posisi Pakistan menjadi genting, pasalnya salah satu negara di Asia Selatan ini berada di puncak daftar negara penerima bantuan BRI, dengan proyek senilai US$27,3 miliar," kata Baussart.
Sebenarnya kekhawatiran pada utang China yang menggelembung di Pakistan sudah muncul sejak 2021. Menurut sebuah studi Dana Moneter Internasional (IMF), utang luar negeri Pakistan menggelembung menjadi US$90,12 miliar pada April 2021, dengan kota Islamabad berutang kepada China US$24,7 miliar atau lebih dari 27% beban utang Pakistan.
Menurut IMF, beban utang tersembunyi dan utang negara akan menjadi penyebab utama keprihatinan Pakistan dalam beberapa waktu mendatang. Aset Pakistan akan dikaitkan dengan ekonomi China.
Pakistan sendiri memiliki 26 proyek dengan China yang tertuang dalam China-Pakistan Economic Corridor (CPEC). Ini termasuk delapan proyek energi, empat transportasi, satu komunikasi, tiga pendidikan, dua perbankan dan jasa keuangan, satu ekonstruksi dan rehabilitasi, serta dua pemerintah dan masyarakat sipil. (CNBC Indonesia)
- 1
- 2
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Secangkir Kopi Perpisahan di Bundaran Pinisi – Iptu Muhammad Ali & AKP Ahmad...
- Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto Apresiasi Personel Sukses Amankan Operas...
- Oknum Polisi Bulukumba Diduga Aniaya Warga, Propam Tegas: Proses Jalan Terus
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama