KAMI : Tak Ada Alasan Tunda PEMILU, 1955 Tetap Jalan Walaupun Krisis

Masih Soal Tunda Pemilu, KAMI : 1955 Gelar Pemilu Saat Ekonomi Politik Krisis Jalurdua.com - Jakarta | Anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gde Siriana, mengkritik...

KAMI : Tak Ada Alasan Tunda PEMILU, 1955 Tetap Jalan Walaupun Krisis
Bacakan Artikel

JALURDUA Masih Soal Tunda Pemilu, KAMI : 1955 Gelar Pemilu Saat Ekonomi Politik Krisis

Jakarta | Anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gde Siriana, mengkritik wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden yang disampaikan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, bahwa menurutnya pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan tersebut sudah keblinger.

“Pertama, LBP keblinger soal konstitusi, masa jabatan presiden ya sudah ditentukan 2 periode, 2×5 tahun. TITIK! Jadi jika pada waktunya Jokowi gak mau turun, ya rakyat yang akan turunkan!”, Ujar Gde Siriana.

Ia pun melanjutkan alasan berikutnya, bahwa pernyataan Luhut tersebut dapat menutup harapan rakyat yang mengidamkan pemerintahan yang lebih baik dibanding rezim Jokowi ini.

“Alasan kedua, Pilpres sebagai bagian dari pembangunan demokrasi harus diselenggarakan demi lahirnya pemerintahan yang demokratis. Setiap Pilpres dan Pileg adalah harapan baru masyarakat terhadap masa depan rakyat dan negara, apapun situasinya. Contoh Pemilu pertama 1955 dilakukan saat kondisi ekonomi dan politik tidak kondusif. Tetapi demi lahir pemerintahan yang demokratis tetap dilakukan pemilu 1955. Jadi pernyataan LBP ini menutup harapan rakyat untuk lahirnya pemerintahan yang lebih baik dari hari ini.” ungkap Gde.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2