News and Education Versi penuh
Teknologi

Kaspersky Peringatkan Bahaya Dark AI, Senjata Baru Serangan Siber Canggih

JALURDUA.COM - Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengingatkan masyarakat akan ancaman Dark AI atau kecerdasan buatan gelap yang kini digunakan sebagai senjata utama dalam serangan siber mode...

Oleh Rahmat 10 Aug 2025 04:57 2 menit baca


JALURDUA.COM - Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengingatkan masyarakat akan ancaman Dark AI atau kecerdasan buatan gelap yang kini digunakan sebagai senjata utama dalam serangan siber modern.

Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melancarkan serangan mulai dari phishing sederhana hingga spionase digital berskala besar.

Menurut Kaspersky, Dark AI menjadi salah satu temuan penting dalam riset terbaru mereka. Penyerang memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efektivitas ancaman digital di seluruh dunia.

“Sejak ChatGPT populer secara global pada 2023, kami melihat adopsi AI yang bermanfaat, mulai dari pembuatan video hingga deteksi ancaman teknis,” ungkap Sergey Lozhkin, Kepala Tim Riset Analisis Global (GReAT) untuk META dan APAC di Kaspersky, Selasa (5/8).

“Namun, penjahat siber juga menggunakannya untuk memperkuat serangan mereka. Kita kini memasuki era di mana AI menjadi perisai, sementara Dark AI adalah pedangnya,” lanjutnya.

Apa Itu Dark AI?

Dark AI mengacu pada penggunaan model bahasa besar (LLM) secara lokal maupun jarak jauh di luar sistem keamanan resmi, tanpa kontrol tata kelola, dan sering kali untuk tujuan ilegal atau tidak etis.

Teknologi ini memungkinkan pelaku membuat penipuan digital, manipulasi data, serangan siber, hingga penyalahgunaan informasi tanpa pengawasan.

Black Hat GPT: Bentuk Paling Populer dari Dark AI

Lozhkin menjelaskan bahwa bentuk Dark AI yang paling terkenal saat ini adalah Black Hat GPT, yang muncul sejak pertengahan 2023. Model AI ini secara sengaja dirancang atau dimodifikasi untuk melakukan tindakan berbahaya seperti:

  • Membuat kode berbahaya untuk menyerang sistem.
  • Menyusun email phishing yang lebih meyakinkan untuk serangan massal atau tertarget.
  • Menghasilkan deepfake suara dan video guna menyebarkan disinformasi.
  • Mendukung operasi Red Team untuk menguji, sekaligus mengeksploitasi, celah keamanan.

Kaspersky: Waspada dan Tingkatkan Keamanan Siber

Kaspersky menegaskan, perkembangan Dark AI menjadi bukti bahwa teknologi AI dapat menjadi pisau bermata dua.

Masyarakat, perusahaan, hingga lembaga pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan, memperbarui sistem keamanan, dan memperkuat edukasi siber agar tidak menjadi korban teknologi ini.***

Topik terkait
Kaspersky Dark AI kecerdasan buatan gelap serangan siber modern bahayanya Dark AI