News and Education Versi penuh
News

Kemiskinan Bulukumba Turun ke 6,06 Persen, Terendah dalam 10 Tahun

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di sebuah desa pesisir Bulukumba, pagi tak lagi selalu identik dengan kecemasan soal penghasilan harian. Nelayan mulai berani melaut lebih jauh, petani kembali menanam deng...

Oleh uno 09 Feb 2026 15:18 3 menit baca

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Di sebuah desa pesisir Bulukumba, pagi tak lagi selalu identik dengan kecemasan soal penghasilan harian. Nelayan mulai berani melaut lebih jauh, petani kembali menanam dengan optimisme, dan pelaku UMKM pelan-pelan memperluas pasar. Di balik cerita-cerita kecil itulah, angka kemiskinan Kabupaten Bulukumba menunjukkan perubahan besar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulukumba mencatat, persentase penduduk miskin Bulukumba pada Maret 2025 turun menjadi 6,06 persen, atau sekitar 25,88 ribu jiwa. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan capaian terendah dalam satu dekade terakhir—sebuah sinyal bahwa pembangunan mulai menyentuh kehidupan nyata masyarakat.

Tren Menurun yang Konsisten Sejak 2021

Penurunan angka kemiskinan Bulukumba tidak terjadi secara instan. Jika ditarik ke belakang, polanya terlihat konsisten dan terukur.

Pada Maret 2021, angka kemiskinan masih berada di 7,43 persen. Setahun kemudian, turun tipis menjadi 7,39 persen (2022), lalu 7,22 persen (2023). Pada 2024, angka itu kembali menyusut menjadi 6,71 persen, sebelum akhirnya menembus rekor baru 6,06 persen pada 2025.

Kepala Bidang Humas Diskominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, menegaskan bahwa tren ini mencerminkan hasil kerja panjang lintas sektor.

“Jika dilihat dari beberapa tahun terakhir, tren penurunan kemiskinan di Bulukumba sangat jelas dan konsisten,” ujar Andi Ayatullah Ahmad, Senin, 9 Februari 2026.

Lebih Baik dari Rata-Rata Sulawesi Selatan

Tak hanya membaik secara internal, posisi Bulukumba juga semakin kuat di level regional. Pada 2025, Bulukumba berada di peringkat keenam kabupaten/kota dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi Selatan.

Lebih membanggakan lagi, angka 6,06 persen ini berada di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan, yang tercatat 7,60 persen.

“Angka kemiskinan Bulukumba juga terendah di wilayah selatan Sulawesi Selatan,” ungkap Andi Ayatullah Ahmad.

Capaian ini menempatkan Bulukumba sebagai salah satu daerah dengan performa sosial-ekonomi paling progresif di kawasan selatan Sulsel.

Kualitas Kemiskinan Ikut Membaik

Bagi para perencana pembangunan, angka persentase saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah kualitas kemiskinan—apakah jarak antara warga miskin dan garis kemiskinan semakin lebar atau justru menyempit.

Pada Maret 2025, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Bulukumba turun menjadi 0,70, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menurun ke 0,12.

Penurunan kedua indeks ini menunjukkan dua hal penting:

  • Beban ekonomi warga miskin makin ringan
  • Ketimpangan pengeluaran antarpenduduk miskin semakin mengecil

Artinya, kemiskinan tidak hanya berkurang jumlahnya, tetapi juga tidak semakin parah.

Program Nyata di Balik Angka

Penurunan angka kemiskinan Bulukumba tidak datang dari satu kebijakan tunggal. Di bawah kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf, pemerintah daerah mengintegrasikan berbagai program strategis.

Beberapa sektor kunci yang dinilai berkontribusi besar antara lain:

1. Pertanian dan Perikanan

Sebagai daerah agraris dan pesisir, Bulukumba memperkuat akses sarana produksi, pendampingan petani dan nelayan, serta stabilisasi harga hasil panen.

2. UMKM dan Ekonomi Lokal

Dukungan permodalan, pelatihan, hingga digitalisasi UMKM membuka peluang baru bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.

3. Layanan Dasar

Peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan air bersih membantu menekan pengeluaran rumah tangga miskin.

4. Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Pemutakhiran data penerima bantuan membuat intervensi pemerintah lebih efektif dan mengurangi kebocoran.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Di lapangan, dampak kebijakan ini mulai terasa. Pendapatan rumah tangga meningkat, ketergantungan pada bantuan berkurang, dan daya beli masyarakat membaik. Bagi banyak keluarga, keluar dari garis kemiskinan bukan lagi sekadar harapan, melainkan realitas yang sedang dijalani.

Inilah esensi pembangunan inklusif—pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya tercermin dalam angka makro, tetapi dirasakan hingga tingkat rumah tangga.

Data Kemiskinan Bulukumba 10 Tahun Terakhir

TahunPersentase (%)
20168,06
20177,97
20187,48
20197,26
20207,10
20217,43
20227,39
20237,22
20246,71
20256,06

Menjaga Momentum ke Depan

Pemerintah Kabupaten Bulukumba menegaskan komitmen untuk menjaga tren positif ini. Tantangan ke depan bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan penurunan itu berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Kebijakan pembangunan ke depan diarahkan pada:

  • Penguatan ekonomi rakyat
  • Penciptaan lapangan kerja lokal
  • Peningkatan kualitas SDM
  • Ketahanan sosial dan ekonomi desa

Dengan strategi ini, Bulukumba berharap pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tercatat di laporan statistik.**

Topik terkait
Sulawesi Selatan UMKM Bulukumba Pembangunan Daerah Kemiskinan Bulukumba BPS Bulukumba Data Kemiskinan 2025