Kerugian Jasa Transportasi Online Grab Membengkak Jadi Rp 50,9 Triliun
Foto : iNews Jalurdua.com - Jakarta | Grab mencatat kerugian kuartalan US$1,1 miliar atau setara Rp 15,73 triliun (asumsi Rp 14.300/US$) dan penurunan pendapatan yang lebih buruk dari perkiraan....
Insentif itu, Reuters melaporkan dapat mendongkrak gross merchandise volume (GMV), volume transaksi, yang naik 26%. Menurut perusahaan pertumbuhan GMV antara kuartal dua dan empat naik 30% ke 35% year-on-year.
Grab diperkirakan akan mencapai titik impas berdasarkan EBITDA dari unit pengiriman makanan di paruh pertama tahun 2023 mendatang.
Grab berjuang untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar menghadapi persaingan yang lebih ketat dari GoTo dan juga Sea Ltd.
Setelah laporan tersebut, saham Grab juga anjlok. Hari Kamis (3/3/2022) dilaporkan saham perusahaan ride-hailing anjlok sebanyak 37%.
Saham Grab tergelincir ke level terendah di US$3,09, menghapus lebih dari US$7 miliar nilai pasarnya. Catatan terbaru ini membuat saham tersebut merosot tiga perempat dari nilainya sejak go public bulan Desember lalu.
- 1
- 2
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”
- Andi Endang: Ramadhan Momentum Rekatkan Pemerintah dan Masyarakat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania