News and Education Versi penuh
News

Kurdiansyah Anggoro Apresiasi Insan Pers di Momentum Hari Pers Nasional 2026

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Setiap 9 Februari, insan pers Indonesia kembali memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai ruang refleksi atas peran strategis media dalam kehidupan berbangsa. Pada HPN...

Oleh uno 09 Feb 2026 07:39 3 menit baca

JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Setiap 9 Februari, insan pers Indonesia kembali memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai ruang refleksi atas peran strategis media dalam kehidupan berbangsa. Pada HPN 2026, peringatan nasional ini dipusatkan di Provinsi Banten, menandai komitmen kuat pers dalam mengawal demokrasi dan pembangunan nasional di tengah tantangan zaman.

Di era banjir informasi, disrupsi teknologi, dan kecerdasan buatan, pers tidak lagi hanya menjadi penyampai kabar. Pers dituntut hadir sebagai penjaga akal sehat publik, penafsir realitas, sekaligus penyeimbang kekuasaan. Karena itu, tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” menjadi sangat relevan dan kontekstual.

Pilar pertama, Pers Sehat, dimaknai sebagai pers yang profesional, independen, dan beretika. Pers yang sehat bekerja dengan standar jurnalistik tinggi, mengedepankan verifikasi, keberimbangan, serta menjunjung integritas moral.

Dalam praktiknya, pers sehat menjadi benteng melawan hoaks, disinformasi, dan polarisasi. Kepercayaan publik tidak lahir dari sensasi, melainkan dari konsistensi menyajikan informasi yang akurat, jujur, dan bertanggung jawab.

“Pers yang kuat bukan yang paling cepat, tetapi yang paling bisa dipercaya,” menjadi prinsip yang kini kembali digaungkan dalam semangat HPN 2026.

Pilar kedua, Ekonomi Berdaulat, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi media. Ketergantungan pada kepentingan politik atau modal tertentu berisiko menggerus independensi redaksi.

Di tengah perubahan model bisnis media, pers dituntut adaptif—mengembangkan inovasi digital, diversifikasi pendapatan, dan tata kelola yang transparan. Media yang berdaulat secara ekonomi akan lebih leluasa menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa tekanan tersembunyi.

Kemandirian ini bukan sekadar soal bertahan hidup, melainkan tentang menjaga marwah jurnalistik agar tetap berpihak pada kepentingan publik.

Pilar ketiga, Bangsa Kuat, menegaskan bahwa pers memiliki peran langsung dalam membentuk kualitas demokrasi. Informasi yang sehat melahirkan masyarakat yang kritis, partisipatif, dan berdaya.

Pers menjadi jembatan antara rakyat dan pengambil kebijakan, ruang dialog publik, serta sarana edukasi kebangsaan. Ketika pers bekerja dengan baik, maka demokrasi tumbuh dengan lebih matang dan berkeadaban.

Peringatan HPN 2026 juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk wakil rakyat di daerah. Kurdiansyah Anggoro, Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba sekaligus Ketua Fraksi NasDem, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja jurnalis.

“Saya mendukung penuh seluruh kebijakan pers dan mengapresiasi dedikasi insan pers yang terus menjaga profesionalisme,” ujar Kurdiansyah Anggoro.

Ia juga menyampaikan ucapan khusus kepada insan pers Indonesia.

“Selamat Hari Pers Nasional. Terima kasih atas integritas dan peran penting pers dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat. Semoga pers Indonesia semakin profesional, independen, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tutupnya.

HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa pers yang sehat dan berdaulat adalah syarat mutlak bagi bangsa yang kuat.

Pernyataan ini menjadi cerminan bahwa pers yang sehat mendapat tempat dan dukungan dari berbagai elemen bangsa.*

Topik terkait
demokrasi HPN 2026 Pers Sehat Hari Pers Nasional Pers Indonesia Jurnalis Indonesia Ekonomi Media Banten