Masyarakat Diharapkan Ikut Dampingi Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi

JalurDua.Com, Jakarta - Kementerian Sosial berharap agar masyarakat ikut mendampingi penyandang disabilitas pada masa pandemi Covid-19, sedangkan sejauh ini pemerintah telah melakukan pendampingan me...

Masyarakat Diharapkan Ikut Dampingi Penyandang Disabilitas di Masa Pandemi
Bacakan Artikel

JALURDUA JalurDua.Com, Jakarta - Kementerian Sosial berharap agar masyarakat ikut mendampingi penyandang disabilitas pada masa pandemi Covid-19, sedangkan sejauh ini pemerintah telah melakukan pendampingan melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD).

Menurut Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial, Eva Rahmi Kasim, sejak awal pemberlakuan masa pandemi, pemerintah telah berusaha dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 bagi penyandang disabilitas.

"Kami juga telah mengupayakan pelaksanaan perlindungan dan jaminan sosial berupa Jaringan Pengaman Sosial (JPS) dalam bentuk pemberian bantuan sembako, bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan yang bersifat reguler," kata Eva dalam diskusi virtual bertajuk "Penyandang Disabilitas Berjuang Hadapi Pandemi" yang digelar Kementerian Kominfo dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) seperti dikutip di Jakarta, Senin (21/12).

Selain itu, lanjut Eva, pemerintah juga memberikan bantuan berupa sembako yang disalurkan untuk wilayah Jabodetabek dan  bantuan sosial tunai untuk wilayah di luar Jabodetabek. "Kemensos juga melakukan percepatan penyaluran bantuan sosial reguler PKH Inklusi Disabilitas dan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD)," ucapnya.

Sinkronisasi data penyandang disabilitas pada era pemulihan ekonomi memasuki adaptasi kebiasaan baru juga telah dilaksanakan. "Padaata awalnya disebutkan bahwa setiap penerima bantuan sosial berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang meliputi 40 persen penduduk miskin terbawah. Dengan adanya pandemi Covid-19, maka data tersebut juga mencakup kelompok rentan seperti penyandang disabilitas," papar Eva.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: