Mencicipi Kopi dan Buku dari Barista Pinggir Jalan di Palampang

(Bagian Pertama) Oleh: MJ, Siregar Menyinggahi Kedai Kopi Litera untuk pertama kalinya, maka kesan pertama dari benturan mata kita adalah suasana santai sebuah kedai kopi. Namun dengan sentuhan y...

Mencicipi Kopi dan Buku dari Barista Pinggir Jalan di Palampang
Bacakan Artikel

Kami lalu berkenalan dengan pria yang menyambut kami. Namanya Alfian Nawawi. Dia owner sekaligus barista dan pelayan di Kedai Kopi Litera. Dia melakukan ketiga fungsi itu seorang diri. Menurut pengakuannya, dia dibantu oleh istrinya pada sore dan malam hari. Istrinya bekerja pada sebuah perusahaan swasta di Kota Tanete, sekitar tujuh kilometer dari Palampan, kelurahan tempat kedai kopi ini beroperasi.

Para pelajar ini asyik memilih buku-buku bacaan di Kedai Kopi Litera

"Masih terbilang baru, mas. Belum cukup sebulan. Kedai Kopi ini bahkan belum cukup dua puluh hari beroperasi sejak launching pada 23 Februari lalu." Ungkapnya saat kami menanyakan kapan berdirinya kedai kopi ini.

Saya memandang ke sekitar. Tembok kanan kiri dihiasi lukisan mural. Kebanyakan berkonten literasi dan kopi. Ada karikatur, kalimat-kalimat, dan lainnya dalam nuansa warna yang didominasi cokelat susu dan hitam.

"Barista Pencipta Varian Menu Unik"
Alfian Nawawi yang ternyata seorang penulis dan mantan penyiar di sebuah radio swasta di Bulukumba ini mengaku menjalani profesi barista masih terbilang sangat baru.

Saya tidak percaya sebab nyatanya di kedai kopi ini terdapat beberapa varian kopi unik yang merupakan kreasinya sendiri. Yang menarik perhatian kami yaitu Kopi Soekarno, sebuah varian black coffee.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: