Menuju 2024, Ketum Demokrat Ceritakan Kuda Hitam

AHY - Foto : WartaEkonomi. Jalurdua.com - Jakarta | Dalam acara Bimtek atau Bimbingan Teknis, (3/2), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyerukan kepada Para Anggota DPRD...

Bacakan Artikel

Menjadi Kuda Hitam. Istilah Kuda Hitam muncul di Amerika pada abad ke-19. Ada seseorang menunggangi kuda berwarna hitam yang dianggap biasa-biasa saja, tetapi akhirnya kuda itu bisa berlari lebih cepat dari pesaingnya dan meraih kesuksesan. Kisah ini ditulis dan dipopulerkan pada 1831 oleh Perdana Menteri Inggris, Benjamin Disraeli (1804-1881).

Dijelaskan Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jovan Latuconsina, permintaan Ketum AHY menjadi kuda hitam berarti menyemangati para Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat untuk jangan kecil hati meski saat ini Demokrat di luar kekuasaan dan mungkin tidak diperhitungkan.

"Jika seluruh kader Partai Demokrat konsisten berjuang demi rakyat, insyaallah, meski tidak diperhitungkan pada awalnya, kesuksesan akan datang. Syaratnya, terus belajar meningkatkan kapasitas dan integritas, serta terus bekerja melayani dan membantu kesulitan rakyat. Itulah hakikatnya Kuda Hitam," jelas Jovan.

Dia melanjutkan, sejarah telah mencatat bahwa Demokrat pernah menjadi Kuda Hitam di 2004. Meski awalnya dianggap biasa saja, akhirnya Demokrat bisa medulang kesuksesan sebagai partai terbesar dan pemenang Pemilu pada 2009. Itu pula yang menjadi ikhtiar Demokrat.

Sebagai catatan, Jovan menyebut bahwa kata kuda ini menarik karena Ketum AHY memiliki shio kuda. Pada 3 Februari 2022, saat Ketum AHY memberikan pengarahan, tidak jauh dari hari perayaan Imlek, yang dirayakan pada tanggal 1 Februari 2022, maka ada nuansa itu.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: