Pendeta Ini Curi Uang Gereja Untuk Pesta Seks Sama Jenis
Jalurdua.com - Jakarta | Pastor Francesco Spagnesi, 40, seorang imam Gereja Katolik Roma yang sangat dihormati asal Prato dekat Florence, ditangkap tapi diperintahkan hakim Pengadilan Pra...
Polisi juga menemukan bahwa uang yang digunakan Spagnesi untuk membeli obat-obatan berasal dari sumber keuangan parokinya, termasuk sumbangan jemaat selama Misa. Kantor kejaksaan percaya jumlahnya mencapai puluhan ribu euro.
Dalam pesan video singkat berdurasi dua menit yang di-posting ke situs web Keuskupan Prato setelah penangkapan Spagnesi, Nerbini menyuarakan “kesedihan besar” atas berita tersebut, dan berjanji “kolaborasi penuh” dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.
Nerbini mengatakan dia telah menyadari bahwa Spagnesi berjuang untuk beberapa waktu, bahkan pada tingkat psikologis, dan telah mencoba untuk membantunya, tetapi tidak tahu ada masalah narkoba.
“Pada awalnya masalahnya sama sekali tidak jelas,” kata Nerbini, seperti dikutip dari Crux Now, Sabtu (18/9/2021). Namun, ketika dia mengkonfrontasi Spagnesi tentang perjuangannya yang terus berlanjut pada bulan April, Spagnesi mengaku memiliki kecanduan narkoba.
“Ketika masalah Spagnesi menjadi jelas, saya menerapkan perawatan psikoterapi,” kata Nerbini, mencatat bahwa berita tentang transaksi mencurigakan di paroki Spagnesi muncul selama perawatannya dengan seorang spesialis.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”
- Andi Endang: Ramadhan Momentum Rekatkan Pemerintah dan Masyarakat
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania