News and Education Versi penuh
News

Peringati HANI 2025, Bulukumba Bentuk Konselor Napza untuk Generasi Bersih Narkoba

JALUR DUA---Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan menggelar dua kegiatan strategis: Sosialisasi dan Pembentuk...

Oleh uno 26 Jun 2025 15:21 2 menit baca

JALUR DUA---Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Kesehatan menggelar dua kegiatan strategis: Sosialisasi dan Pembentukan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Puskesmas serta Sosialisasi dan Pembentukan Konselor Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza).

Acara yang berlangsung pada Kamis, 26 Juni 2025, di Gedung Pinisi ini mengusung tema global “The Evidence is Clear: Invest in Prevention” dan tema nasional “Memutus Rantai Peredaran Gelap Narkotika melalui Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan Menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan sosialisasi IPWL dihadiri Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, dan Napza Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Baharuddin, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bulukumba, Hj. Wahida, serta perwakilan dari Puskesmas, RSUD H.A. Makkaradda Tanete, dan 21 penanggung jawab program Napza se-Kabupaten Bulukumba. Sosialisasi ini bertujuan memperkuat peran Puskesmas sebagai IPWL, yang menjadi pintu masuk layanan rehabilitasi dasar bagi korban penyalahgunaan Napza.

Dalam sambutannya, Andi Edy Manaf menegaskan pentingnya pencegahan sebagai strategi utama. “Pencegahan jauh lebih efektif dan hemat dibandingkan penindakan atau rehabilitasi. Pembentukan IPWL dan konselor Napza adalah langkah awal membangun Bulukumba Bersinar dan Bersih Narkoba. Mari bersinergi untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Andi Baharuddin dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel menambahkan bahwa Puskesmas harus menjadi garda terdepan layanan rehabilitasi yang ramah dan bebas stigma. “IPWL adalah amanah untuk memberikan penanganan dini bagi korban Napza, sehingga mereka merasa aman dan terbantu,” katanya.

Hj. Wahida, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, menekankan pentingnya sistem terintegrasi. “Kami ingin membangun jejaring layanan yang kuat, mulai dari penerimaan laporan hingga pendampingan dan rujukan yang tepat untuk korban Napza,” jelasnya.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan Konselor Napza. Perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor. “BNN tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah dan Puskesmas sangat penting untuk memperluas akses layanan rehabilitasi,” ujarnya.

Konselor Adiksi dan Analis Rehabilitasi Sosial BNNP Sulsel juga menyoroti peran konselor sebagai agen perubahan. “Dengan pendekatan empatik dan keterampilan yang memadai, konselor dapat membantu pemulihan korban Napza di lingkungan sekitar,” tambahnya.

Penanggung Jawab Kesehatan Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan Bulukumba, Arhan, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penguatan layanan Napza. “Ke depan, pelatihan lanjutan dan peningkatan kapasitas konselor akan menjadi prioritas untuk memastikan layanan yang efektif dan sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Pemkab Bulukumba berkomitmen memperkuat layanan pencegahan dan rehabilitasi Napza secara terintegrasi. Momentum HANI 2025 ini diharapkan menjadi langkah awal menuju Bulukumba yang bebas dari penyalahgunaan narkoba, sejalan dengan visi Bulukumba Bersinar dan Bersih Narkoba.(*)

Topik terkait
RSUD H.A. Makkaradda Tanete Andi Edy Manaf konselor Napza