Pusat Studi UGM Dorong Warga Jogja Beralih ke Transportasi Rendah Emisi

, Yogyakarta - Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral-UGM) mendorong masyarakat Yogyakarta untuk beralih menggunakan moda transportasi yang lebih rendah em...

Pusat Studi UGM Dorong Warga Jogja Beralih ke Transportasi Rendah Emisi
Bacakan Artikel

Piotr Jakubowski, Co-founder dan Chief Growth Officer Nafas menyatakan, saat ini data kualitas udara yang dapat diakses secara mudah dan real-time masih terbatas. Padahal data kualitas udara menjadi penting untuk dijadikan acuan bagi masyarakat dalam beraktivitas, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, orang lanjut usia dan orang dengan penyakit pernapasan.

"Data real-time kualitas udara dapat diakses secara mudah dan gratis melalui aplikasi Nafas maupun website Jogja Lebih Bike," ucap Jakubowski.

Jogja Lebih Bike mengajak warga untuk mengisi komitmen bersepeda di website www.jogjalebihbike.id. Selain mengedukasi masyarakat tentang polusi udara melalui instagram dan berbagai kegiatan lainnya, kampanye ini juga mengajak para pesepeda untuk membagikan cerita mereka melalui #jogjalebihbike, agar dapat menginspirasi seluruh masyarakat Jogja untuk turut mendukung gerakan kolaboratif ini.

Jogja Lebih Bike didukung oleh Kompas Data, Kompas TV, Pustral UGM, Nafas, Srengenge, Sego Segawe Reborn dan lebih dari 24 komunitas pesepeda Jogja. WHO melaporkan, sebanyak tujuh juta kematian prematur terkait polusi udara telah terjadi di seluruh dunia pada 2017.

Data polusi udara dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukan, selama enam bulan pada 2019, Jogja hanya memiliki 50 hari dengan kualitas udara baik. Dalam laporan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2019, kualitas udara di Jogja juga dilaporkan mengalami penurunan dalam kurun waktu lima tahun. (*)

Pilih Halaman: