Pusat Studi UGM Dorong Warga Jogja Beralih ke Transportasi Rendah Emisi

, Yogyakarta - Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral-UGM) mendorong masyarakat Yogyakarta untuk beralih menggunakan moda transportasi yang lebih rendah em...

Pusat Studi UGM Dorong Warga Jogja Beralih ke Transportasi Rendah Emisi
Bacakan Artikel

Dalam mobilitas harian, ujar Arif, sebesar 88 persen masyarakat Jogja masih sangat bergantung pada kendaraan bermotor, terutama sepeda motor dan hanya 2,6 persen warga yang kembali bersepeda (Kompas Data, 2020). Inisiatif Jogja Lebih Bike hadir sebagai gerakan bersama dalam menghidupkan kembali bersepeda sebagai bagian dari aktivitas harian dan wujud kontribusi kolektif dalam menciptakan udara yang lebih bersih.

Kerjasama dengan berbagai mitra, mulai dari akademisi, lembaga swadaya masyarakat hingga komunitas pesepeda melalui Jogja Lebih Bike dibangun untuk menggerakkan percakapan publik tentang pentingnya kualitas udara yang baik dan mendorong partisipasi warga dalam menciptakan udara bersih melalui kegiatan bersepeda.

Sementara itu, menurut peneliti Litbang Kompas, Nurul Fatchiati dalam Survei Persepsi Publik tentang Polusi Udara bersama Jogja Lebih Bike, dari survei terhadap 500 responden di Jogja menunjukkan bahwa polusi udara masuk ke dalam tiga isu terpenting bagi warga Jogja, selain penanganan Covid-19 dan kriminalitas.

"Selain itu, sebesar 62,5 persen masyarakat yang tinggal di Kota Jogja menilai kualitas udara di lingkungannya tidak baik, namun memiliki optimisme bahwa kondisi kualitas udara dapat membaik dalam beberapa tahun ke depan," tutur Nurul.

Guna dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan data kualitas udara secara real-time, Jogja Lebih Bike juga bekerja sama dengan Nafas, sebuah startup dengan jaringan sensor kualitas udara terbesar di Indonesia. Lima sensor kualitas udara telah dipasang di berbagai titik polusi di Jogja, yaitu di Gondolayu (Tugu), Sayidan, Umbulharjo, Jembatan Janti dan di Kampus UGM.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: