Rakor PKK Bulukumba: Data Pedas 4 Ungkap Ribuan Sasaran MBG untuk Ibu dan Balita
Bulukumba Perkuat Aksi Nyata Cegah Stunting JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bulukumba kembali diperkuat. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, Andi Herf...
Bulukumba Perkuat Aksi Nyata Cegah Stunting
JALUR DUA.COM, BULUKUMBA - Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bulukumba kembali diperkuat. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, memimpin rapat koordinasi (Rakor) strategis membahas hasil Pemutakhiran Data Anak Stunting (Pedas) 4 sekaligus mekanisme pendistribusian Makanan Bergizi (MBG) bagi sasaran 3B—ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD.
Rakor berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Senin, 2 Februari 2026, dan menjadi momentum penting dalam memastikan seluruh intervensi gizi berjalan tepat sasaran, berbasis data terbaru, serta terkoordinasi lintas sektor.
Lintas OPD Bersatu, Data Jadi Fondasi Kebijakan
Rakor ini dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan dr. Amrullah, Plt Kepala DP2KBP3A Hamrina, Kepala Dinas Sosial Darmawati, Kepala Dinas Dukcapil Dedi Rahmadi, serta Kepala Dinas Kominfo Andi Uke Indah Permatasari. Turut hadir pimpinan Baznas Bulukumba Yusuf Shandy, Koordinator SPPG Wahyu Saputra, dan para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bulukumba.
Kehadiran lintas OPD ini menegaskan bahwa penanganan stunting bukan sekadar program sektoral, melainkan kerja kolaboratif yang menempatkan data akurat sebagai dasar kebijakan.
Andi Herfida: Semua Balita Harus Tumbuh Sehat
Dalam arahannya, Andi Herfida Muchtar menegaskan komitmennya agar seluruh balita di Bulukumba tumbuh sehat dengan kecukupan gizi yang memadai. Ia meminta peran aktif seluruh pemangku kepentingan, hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Saya minta seluruh pihak terkait, termasuk di desa dan kelurahan, untuk bersama-sama memantau perkembangan balita, khususnya terkait kecukupan gizinya,” ujar Andi Herfida.
Menurutnya, pengawasan berkelanjutan di tingkat akar rumput menjadi kunci percepatan penurunan stunting dan bagian dari kontribusi Bulukumba dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Distribusi MBG: Desa Jadi Titik Kuat Intervensi
Andi Herfida juga menekankan bahwa penyaluran Makanan Bergizi (MBG) bagi sasaran 3B harus tetap dikoordinir oleh Ketua TP PKK Desa/Kelurahan bersama penyuluh KB selaku penanggung jawab, dengan melibatkan kader TPK (Tim Pendamping Keluarga).
“Saya berharap penyaluran MBG nantinya dapat didrop di rumah gizi masing-masing desa dan kelurahan,” tambahnya.
Skema ini dinilai lebih efektif, efisien, dan minim risiko salah sasaran, sekaligus memperkuat peran desa sebagai garda terdepan pencegahan stunting.
Intervensi Ganda: MBG dan Gerakan Genting
Selain intervensi melalui MBG oleh SPPG, sasaran yang belum terjangkau akan mendapatkan pendampingan melalui dana donasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini difokuskan pada baduta stunting serta ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pendekatan ganda ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bulukumba dalam memastikan tidak ada sasaran rentan yang terlewat.
Pedas 4, Inovasi Data Sejak 2023
Pemutakhiran Data Anak Stunting (Pedas) 4 merupakan inovasi yang diinisiasi langsung oleh Ketua TP PKK Bulukumba sejak 2023. Program ini bertujuan memutakhirkan data sasaran 3B melalui posyandu era baru, yang dilaksanakan serentak pada 22 Januari 2026.
Hasil Rakor menyepakati bahwa data Pedas 4 menjadi rujukan utama dalam penentuan sasaran intervensi MBG oleh SPPG di Kabupaten Bulukumba.
Data Sasaran Pedas 4 Bulukumba
Berdasarkan hasil pendataan terbaru, jumlah sasaran tercatat sebagai berikut:
Ibu hamil: 2.980 orang
Balita: 15.088 orang
Baduta: 5.775 orang
Ibu menyusui: 4.892 orang
Seluruh sasaran tersebut akan menerima MBG secara bertahap sesuai mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.(*)